Di Kusen Kamar Mandi Sarju Gantung Diri Dengan Tambang Plastik

KUNINGAN (MASS)- Hari Minggu (11/3/2018) yang biasa ceria di Desa Kutakembaran Kecamatan Garawangi mendadak menjadi geger. Penyebabnya adalah salah satu warga  Dusun Manis RT 04/01 gantung diri.

Warga yang nekad gandir (gantung diri) itu bernama Sarju (34). Korban memilh mengakhiri hidupnya dengan menggunakan tambang plastik di kusen kamar mandi.

Korban pertama kali diketahui oleh anaknya yang bernama  Rizki Nofiansyah (12) pada jam 06.30 WIB . Dugaan penyebab meninggalnya korban karena masalah ekonomi dimana usaha yang digelutinya (pedagang) sepi.

Dugaan ini karena korban mengeluh via SMS kepada istrinya terkait usahanya yang sepi.   Ironisnya sebelum ditemukan gandir pada Sabtu malam sekitar jam  21.00- 22.30 WIB  korban bersama anak dan satu teman anaknya nonton televisi bersama.

Korban dan anaknya hingga jam 22.30 tidur. Dan berapa saat kemudian langsung tidur Namun, pada pagi hari sekitar jam 06.30 WIB anaknya yang akan ke kamar mandi kaget melihat ayahnya sudah tergantung di kusen kamar mandi.

Rizki pun langsung berteriak  meminta pertolongan kepada warga. Sete;ah dibantu dibantu warga, perangkat Desa melaporkan kejadian ke Babinsa dan Polsek Garawangi.

Tidak berseleng lama Babinsa, Anggota Polsek Garawangi, Tim Identifikasi dari Polres Kuningan dan Puskesmas Garawangi tiba di TKP. Korban sendiri langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.

Sekedar mengingakan kasus gandir ini menambah panjang kasus gantung diri selama 2018. Total sudah tiga orang yang mengakhiri hidupnya.

Kasus pertama terjadi pada 5 Januari. Korban   bernama Sapja Bin Astra Sarib  (70) yang berprofesi sebagi petani. Korban yang merupakan warga  Dusun Wage RT 004/ 007 Desa Luragunglandeuh Kecammatan Luragung itu nekad gantung diri karena frutsasi dengan sakit yang diderita tidak kunjung sembuh.

Kemudian Kasus serupa terjadi pada Selasa (6/2/2018). Kali ini korbanya adalah Karmi Binti Karta Sanpi, yang berumur 60 tahun.

Warga Dusun Manis Rt 001 Rw 001 Desa Luragungtonggoh Kecamatan Luragung itu  gantung diri penyebab  utamanya adalah diduga karena frustasi. Penyakit kencing manis, darah tinggi dan kangker kulit yang dideritanya membuatnya memilih jalan pintas karena tidak kuat menanggung sakit yang diderita.

Dari catatan kuninganmass.com total selama 2017 ada sembilan kasus gantung diri.  Apakah jumlah tahun 2018 akan terus bertambah? Tentu semuanya tidak mengharapkan.

Untuk itu semua pihak jangan berdiam diri karena masalah ini akan menjadi bom waktu. Harus melakukan berbabagai uapaya terutama tokoh agama selain tentu pemeritah. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com