Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Incident

Warga Rela Berdesak-desakan Demi Nonton 'Adu Bagong'

KUNINGAN (MASS)- Minggu (23/6/2019) pagi di Kebon Jagong Desa Rambatan Kecamatan Ciniru, ribuan orang rela berdesak-desakan menonton pertunjukan “adu bagong” yang digelar oleh Forum Pemburu Hama Ciniru-Hantara.
Kegiatan kali pertama ini bertajuk adu ketangkasan hewan ini benar-benar menjadi hiburan bagi warga. Bahkan, penonton yang datang bukan hanya dari kecamatan Cinuru dan Hatara, tapi dari semua kecamatan yang ada di kota kuda. Pasalnya, kegiatan ini   terbilang langka digelar.
Panitia sendiri kewalahan dengan jumlah penonton yang hadir. Arena ‘adu bagong’ sendiri terbilang kecil. Lokasinya yang berada dipinggir jalan membuat Jalan sepanjang Ciniru-Hantara macet parah.
Dari penghasilan tiket yang dikantongi panitia adalah Rp10 juta, sehingga ada sekitar 1000 penonton yang datang. Adapun tiket dibandrol Rp10 ribu/orang. Namun, meski mendapatkan Rp10 juta panitia mengaku belum untung karena biaya yang dikelurakan sejak berdirinya forum dengan pemasukan belum sabanding.
“Kegiatan adu ketanggkasan ini sekaligus peresmiaan  Forum Pemburu Hama Ciniru-Hantara. Kami punya akta notaris dan terdaftar di Kemenhumkam,” jelas Ketua Pantia Coco, usai acara.
Coco mengaku, ada empat babi yang disediakan dan hanya tiga babi hutan (bagong) yang beradu ketangkasan. Hal ini karena waktunya terbatas., dimana adu ketangkasan dari mulai jam 10.00 WIB dan beres jam 3 sore.
Dari pantauan, anjing-anjing yang dipersiapkan oleh panitia adalah anjing lokal yang selama ini selalu memburu  babi. Pada ‘adu bagong’ itu, satu persatu anjing melawan babi. Bahkan, untuk menaklukan babi tersebut sampai harus melawan 22 ekor anjing.
Meski hanya melawan satu lawan satu, tapi terkadang babi juga mendapatkan perlawan dari dua babi. Dan pada akhirnya babi tersebut terkapar. Dari total empat ekor, hanya tersisa satu ekor. Itu juga karena waktu sudah habis.
Meski ‘adu bagong’ ini banyak penontonnya dan dinilai seru, namun melihat pagar pengaman  dari bambu. Maka resikonya cukup besar bagi penonton. Apabila babi tersebut melompat pagar dan menyerang manusia. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS)- Kamis sore di lapangan Jakerti Jayamuda Sindangsari Kecamatan Luragung, Club80’s Kuningan kedatangan tamunya dari Majalengka yakni Holiday FC. Holiday FC sengaja datang...

Headline

KUNINGAN (MASS)- Pertandingan seru terjadi Sabtu (20/2/2021) sore di lapangan Langgeng Kamulyan Desa Lengkong Kecamatan Garawangi, dimana Club80’s versus Turangga Sakti 97/98. Kedua tim...

Government

KUNINGAN (MASS)- Sabtu (20/2/2021) di lapangan Tenis Indoor Hotel Horison Tirta Sanita bakal digelar Kontes Cupang Hias#1 yang digelar oleh Dinas Perikanan dan Peternakan...

Headline

KUNINGAN (MASS)-Minggu (24/1/2021) bertempat di stadion Hikmat Caracas Kuningan, Club 80’s kembali turun ke lapangan. Kali ini lawan yang dihadapi adalah Indomaret FC. Indomaret...

Advertisement