Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Visi Agamis Belum Maksimal, Anggaran Keagamaan Harus Ditambah

KUNINGAN (MASS) – Kendati anggaran untuk keagamaan telah teralokasikan, namun Fraksi PKB menilai perhatiannya belum maksimal. Terutama dari sisi pengalokasian dana untuk Madrasah Diniyah (MD) dan para guru ngaji.

“Perda 2/2008 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) telah mengatur bagaimana peran pemda dalam mengayomi dan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan proses pendidikan MDTA,” papar Hj Neneng Hermawati, jubir F-PKB.

Hal ini, imbuhnya, tersurat dalam pasal 21 ayat 2 yang menyebutkan ‘pemerintah daerah berkewajiban memberikan dana penunjang kelancaran penyelenggaraan pendidikan madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (MDTA) yang diselenggarakan oleh masyarakat’.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Seingat kami semenjak 3 tahun yang lalu pemda selalu mealokasikan anggaran untuk MDTA sampai dengan tahun 2020 sebesar Rp. 2,5 miliar. Hemat kami anggaran ini perlu mendapatkan perhatian kita bersama,” ucapnya.

Neneng beralasan, disamping nilai mata uang juga keberadaan MD itu sendiri yang jumlahnya lebih banyak lagi. Maka fraksinya mengusulkan agar anggaran tersebut ditambah lagi menjadi minimal Rp. 3,5 miliar.

Selain itu, politisi asal Kuningan utara ini melanjutkan, visi Pemkab Kuningan tahun 2018-2023 itu adalah Kuningan “MAJU“ (Makmur Agamis Pinunjul) Berbasis Desa. Sejak awal pihaknya sangat berbangga hati bahwa visi tersebut salah satunya adalah agamis.

“Karena dalam pandangan kami pemerintah daerah akan memberikan perhatian yang luar biasa terhadap berbagai lembaga dan kegiatan keagamaan yang tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat,” kata Neneng.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Atas perhatian pemerintah terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan selama ini, F-PKB menganggap belum maksimal. Oleh karenanya dalam rangka memaksimalkan salah satu visi daerah yaitu agamis, pihaknya meminta agar insentif guru ngaji yang sudah bertahun-tahun disuarakan dalam forum yang terhormat itu bisa diwujudkan pada tahun anggaran 2021.

“Kalau saja kita menggunakan perhitungan perdesa dan kelurahan ada guru ngaji 10 orang jumlahnya 3,760 orang. Jika saja kita akan memberikan insentif perguru ngaji Rp. 500.000 per tahunnya maka anggaran yang harus disediakan hanya Rp. 1,88 miliar,” sebutnya. (deden)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Politics

KUNINGAN (MASS) – Beberapa komisioner Bawaslu Kuningan, Abdul Jalil Hermawan dan Agus Khobir Permana, mendatangi Sekretariat DPC PKB Kuningan, Kamis (7/7/2022). Kehadiran mereka disambut...

Government

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII, menggelar diskusi yang diikuti para pengurus dan utusan cabang, Senin (4/7/2022) kemarin. Dalam diskusi tersebut,...

Education

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 30 mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat Unisa Kuningan, melalukan aksi dan orasi di sekitaran taman kota, Minggu (11/6/2022) kemarin....

Government

KUNINGAN (MASS) – Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kuningan, memberikan penghargaan bidang keagamaan pada Bupati Acep Purnama SH MH, Jumat (22/4/2022) kemarin. Pengharagaan itu,...

Advertisement