ABG Gantung Diri di Lantai 3

KUNINGAN (Mass)- Lagi-lagi ada kejadian bunuh diri dengan cara gantung diri di Kabupaten Kuningan. Kalau kali ini kejadian gantung diri terjadi di Dusun 2 RT/RW 07/02 Desa Parung Kecamatan Darma Kamis (13/7/2017) sekitar jam 15.00.

Korbannya adalah Dea (14) dara asal Kabupaten Garut yang diangkat anak oleh H Ohim warga setempat. Korban nekad melakukan gantung diri ditempat jemuran yang berada di lantai 3 rumah H Ohim.

Dengan menggunakan kain samping yang diikatkan pada besi auning yang digunakan untuk penutup tempat menjemur baju. Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melihat dari luar rumah pada jam 3 sore.

Kemungkinan korban melakukan tindakan sebelum jam itu.  Pemilik rumahnya sendiri tengah ke Kuningan karena ada keperluan. Kebetulan H Ohim merupakan pengusaha.

Dari informasi yang dihimpun aksi nekad Dea diduga karena ia frustasi dengan ibu dan ayah tirinya yang menelantarkannya, sehingga bisa terdampar di Kuningan.

Dae bisa ke Kuningan sendiri karena pada tahun 2015 yang ada membawa dari Cidulang Kecamatan Cikijing. Ia diberikan kepada H Ohim supaya bisa berkerja dan dijadikan pembantu rumah tangga.

Meski begitu H Ohim memperlakukan Dea seperti anak sendiri. Terlebih anaknya ada diluar kota tengah melaksanakan kuliah. Pada saat lebaran ia tidak mau pulang meski diberi ongkos. Dari informasi ibunya pernah datang ke Parung.

“Kejadiannya mungkin sebelum jam 3 dan tidak ada orang yang melihat. Pada jam 3 ada tetangga yang melihat ke tempat jemuran lantai 3 dan terlihat ada yang menggantung dan ternyata Dea,” ucap Camat Darma Didin.

Didin menyebutkan warga langsung teriak dan mendobrak pintu. Hal ini berharap korban bisa diselamatkan. Namun, ternyata sudah terlambat.

Atas  kejadian ini lanjut dia, membuat  Darma menjadi geger. Apalagi aksi nekad korban baru kali pertama terjadi.

Terpisah,  Kapolsek Darma AKP Maman SH Darma memastikan korban murni bunuh diri. Ketika dipersiksa tidak ada tanda-tanda pembunuhan. “Mayat korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD 45 Kuningan untuk di otopsi,” ucapnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com