KUNINGAN (MASS) – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) KMC Kuningan menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi ke-1 Program Vokasi Diploma III, Rabu (21/1/2026), bertempat di Grand Hotel Cordela Kuningan. Kegiatan tersebut menjadi tonggak sejarah bagi institusi pendidikan kesehatan KMC.
Acara wisuda dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Dudy Pamuji MSi, unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Poltekkes KMC Kuningan, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.
Direktur Poltekkes KMC Kuningan, Dr Sulaeman MAg menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas terselenggaranya wisuda perdana tersebut. Pada tahun ini, Poltekkes KMC meluluskan 14 alumni, dan seluruhnya atau 100 persen telah terserap di dunia kerja.
“Alhamdulillah, dari 14 lulusan semuanya sudah bekerja, bahkan sebagian besar sudah terserap sebelum wisuda. Ini menjadi kebahagiaan bagi kami dan tentu juga bagi para orang tua,” ujar Sulaeman.

Ia menambahkan, khusus Program Studi Gizi, Poltekkes KMC baru meluluskan dua orang lulusan, meskipun permintaan tenaga kerja mencapai 27 permohonan dari berbagai daerah seperti Kuningan, Cirebon, Indramayu, Majalengka, hingga Banjarsari. Hal itu, menurutnya, merupakan konsekuensi dari komitmen institusi dalam menjaga kualitas lulusan.
“Kami memilih meluluskan sedikit tetapi berkualitas, daripada banyak tetapi kualitasnya tidak terjaga. Kami sangat ketat dalam menjaga mutu alumni,” tegasnya.
Sulaeman juga menyampaikan pesannya kepada para wisudawan, ia menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan AI di dunia kesehatan.
“Kami sudah membekali dasar AI, tetapi perkembangan AI sangat cepat. Jangan berhenti meng-upgrade keilmuan, harus terus familiar dengan teknologi dan AI,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar dalam sambutannya menegaskan wisuda bukan sekadar akhir dari proses akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar.
“Ilmu yang diperoleh bukan milik pribadi, tetapi amanah sosial yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati menekankan pembangunan sejati tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari sejauh mana pembangunan tersebut memuliakan manusia. Dalam konteks tersebut, profesi ahli gizi dan fisioterapis dinilai memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
“Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia. Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Poltekkes KMC Kuningan atas terselenggaranya wisuda pertama yang menjadi tonggak sejarah institusi, serta penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati atas doa, pengorbanan, dan kesabaran yang telah mengantarkan putra-putrinya hingga meraih gelar profesi.
“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada doa yang tidak pernah putus dan pengorbanan yang tidak ternilai dari orang tua,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan, Momon Rochmana MM menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungan yang diberikan, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus.
Ia berpesan kepada para lulusan agar terus belajar, menjunjung tinggi soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan cinta terhadap profesi, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat. (didin)











