Rindu yang Tak Bersuara

Di balik senyap malam yang memeluk raga erat, Ada rindu yang merayap, perlahan namun kuat. Tak bersuara, hanya berupa bisikan lembut, Mengusik hati, mengundang sejumput keluh. Rindu ini tak mengenal batas dan ruang, Seperti angin yang menyentuh tanpa ulang. Menggapaimu dalam bayang yang kian pudar, Menjadi mimpi, menjadi doa yang berpendar. Adakah kau rasakan getaran … Baca Selengkapnya

Puisi Akrostik tentang Waktu

DETIKDerap langkahEnteng dirasa jika ditopang imanTanpa keraguan meraih ridha-NyaInsyaalloh selamat sampai tujuanKarena selalu dalam bimbingan-Nya MENITManfaatkan waktu seksamaEndingnya akan bahagiaNilai-nilai kebaikan menyertainyaInsyaalloh selamat hingga surgaTetap semangat selama masih ada di dunia JAMJangan ragu untuk berkaryaAntar diri tuk meraihnyaMasuk surga cita-cita setiap kita HARIHarapan selalu adaAsal selalu bersama dengan-NyaRahmat akan terkucurkanInsyaalloh bahagia selamanya MINGGUMelangkah dengan pastiIman … Baca Selengkapnya

Geuning Kembang Ros || Puisi

Kembang ligar marahmay ti kajauhanDitanggeuy dahan nu rosaDilingkung daun haréjoPamikat panon nu nempo Ceuk sumebarna béja seungit ambeunaAmis madunaSakapeung, enya.Tapi béda jeung carita Komo geus ulubiungGuyub, runtut raut.Tungtungna ka cai teu jadi leuwiKa darat teu jadi logak Kembang téh geuning RosBeureum ngentab marakbakMatak éndah kana socaMatak nyeri kana haté Geuning kembang RosBeureum-beureum amarahUlah nepi ka … Baca Selengkapnya

Sial!

Langkah kaki kaku keliruBerisik suara arah ditujuAliran air deras menyapuDi atas tumpuan batu-batu Bukan untuk sekali duaTiga empat sudah biasaBujuk rayu Si Raja DuniaFatamorgana, fatamorgana. Kepak sayap di sore hariMari duduk telanjang kakiKu aduk kopi berkali-kaliMasih saja tak bertepi Kedengarannya amat sangat luar biasa mudahWarnanya pun gonta-gantiAduh sayang Si Pemilik Badan tempurung kelapaHahaha. Berkali-kali berkali-kaliTertimpa … Baca Selengkapnya

Musikalisasi Puisi, Panji Sakti Meriahkan Hari Buku Sedunia di Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Panji Sakti, tokoh yang dikenal dengan musikalisasi puisinya yang syahdu, memberikan rasa yang berbeda saat mengisi perayaan Hari Buku Sedunia yang digelar Komunitas Bukusam (Barudak Kuningan Sadar Maca) belum lama ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dalam rangka merayakan Hari Buku Sedunia, Komunitas Bukusam kali ini mengadakan rangkaian panjang. Presiden Bukusam Ilham, mengatakan … Baca Selengkapnya

Puisi-puisi Ai Repa: Senyum

SENYUM Aku memuja senyummu diam diamYang merekah dikeheningan malamKala itu yang aku perhatikan gerak mulutmuYang sesekali melengkung, dan menampakan senyum aku puja Aku suka seyummu yang merekahTerpanpang gigi yang menjorok ke belakanMembuat pipimu tampak masak dan menonjol Tak kusangka mala mini kau beri untukkuSambil berucap “ini yang paling masak dan merekah yang kupetik tadi pagi” … Baca Selengkapnya

Bayang-bayang Kelam Masa Lalu

Gelap, sunyi, dingin…Disinilah aku berada,Ditempat yang telah membuat ku hancurBayang-bayang itu masih teringat jelas diingatan kuSeakan sedang menari-nari dalam pikiranSenyum mu bagaikan lautan yang damaiNamun… semakin hari senyuman mu bagaikan mautMembayangkannya saja membuat nyali ku ciutAku yang tak berdaya hanya bisa menyesalinyaAku benci… aku benci suasana inii Dalam gelapnya malamKu merenung, manangis tak bersuaraSemesta pun … Baca Selengkapnya

Bidadariku Tak Bersayap

Kamu adalah wanita idaman para kaum adamAku menyukaimu karena senyuman manismuAku mengagumimu karena akhlakmuAku rindu pada waktu kita berdua menghabiskan waktu bersama sampai senja tibaAku sangat bahagia bisa bersamamu, menjagamu, dan melindungimuAku selalu berdoa yang terbaik untukmuSemoga Tuhan menakdirkan kita bersama. Ahmad Jaelani (Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam di IAIN Syekh Nurjati Cirebon)

Puisi: Diam

KUNINGAN (MASS)- Diam Diam-diam kutuliskan kembali namamu di atas kertas yang lusuh dengan pena hitam yang kubawa. Nama yang sudah lama diam, tak berbentuk tapi terus memebekas di sini, di pikiranku sejak lama. Diam, adalah cara yang kupilih selama bertahun-tahun ini. Orang bijak bilang, “Lebih banyak bicara itu lebih banyak menyisakan penyesalan. Diam adalah emas” … Baca Selengkapnya

Puisi: Kado Untukmu

Apa kabar tempat tinggalku?Tentu baik-baik sajaMemang!Kau baik-baik sajaRupanya. Roman pun memancarDari wajahmuDiiring aliran sungaiSaban waktuMengalir, deras! Biar saja kata orang tak dikenalBiar saja! Itu kata orang.Terang dan bersuluh rembulanBergelanggang di mata orang banyak Nyatanya begitu. Pungguk berkataMerindu rembulanMakin bercahayaBerkilauDi permukaanSemut-semut sakit mataBurung hantu tertawa Mana ada lagiYang sekilau emasKalau tidak isapan belakaYa burung menggoyang bukit … Baca Selengkapnya