Sial!

Langkah kaki kaku keliru
Berisik suara arah dituju
Aliran air deras menyapu
Di atas tumpuan batu-batu

Bukan untuk sekali dua
Tiga empat sudah biasa
Bujuk rayu Si Raja Dunia
Fatamorgana, fatamorgana.

Kepak sayap di sore hari
Mari duduk telanjang kaki
Ku aduk kopi berkali-kali
Masih saja tak bertepi

Kedengarannya amat sangat luar biasa mudah
Warnanya pun gonta-ganti
Aduh sayang Si Pemilik Badan tempurung kelapa
Hahaha.

Berkali-kali berkali-kali
Tertimpa lagi tertimpa lagi
Mengejar renung halusinasi
Memakan kebiasaan
Tak menepi-menepi.

Sial.

Kuningan, 15 Februari 2016.

Penulis : Genta