Sial!
Langkah kaki kaku keliruBerisik suara arah ditujuAliran air deras menyapuDi atas tumpuan batu-batu Bukan untuk sekali duaTiga empat sudah biasaBujuk rayu Si Raja DuniaFatamorgana, fatamorgana. Kepak sayap di sore hariMari duduk telanjang kakiKu aduk kopi berkali-kaliMasih saja tak bertepi Kedengarannya amat sangat luar biasa mudahWarnanya pun gonta-gantiAduh sayang Si Pemilik Badan tempurung kelapaHahaha. Berkali-kali berkali-kaliTertimpa … Baca Selengkapnya