KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan menggelar audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Jumat (17/4/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu yang tengah menjadi polemik, khususnya terkait Tuntutan Ganti Rugi (TGR) di Lingkungan Dinas Pendidikan dan dana Taspen.
Presiden Mahasiswa UM Kuningan, Sandy Rizkya, mengungkapkan pihaknya menyoroti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, terutama adanya perbedaan data antara yang diterima pihak eksekutif dan yang disampaikan oleh legislatif.
“Kami meminta kejelasan, namun Sekda belum bisa memberikan jawaban secara konkret terkait perbedaan nominal. Temuan Rp 8,6 miliar yang disampaikan DPRD pun belum dijelaskan secara terperinci,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pihak eksekutif tengah merancang serta mempercepat proses pemenuhan TGR. Meski demikian, ia menegaskan akan terus mengawal perkembangan isu tersebut.
“Disampaikan oleh Sekda bahwa eksekutif sedang merancang dan mempercepat proses pemenuhan TGR. Kami tetap akan mengawal secara kontinu,” kata Sandy.
Selain TGR, pertemuan itu juga membahas persoalan dana Taspen tahun sebelumnya yang tidak dibayarkan selama berbulan-bulan.
“Yang disampaikan Sekda, ini merupakan kelalaian stakeholder dalam proses pengalokasian anggaran,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa UM Kuningan menyatakan komitmennya untuk terus melakukan kajian strategis demi mendorong keberlanjutan kebijakan yang mengedepankan asas akuntabilitas. (didin)