Puisi-puisi Ai Repa: Senyum

SENYUM

Aku memuja senyummu diam diam
Yang merekah dikeheningan malam
Kala itu yang aku perhatikan gerak mulutmu
Yang sesekali melengkung, dan menampakan senyum aku puja

Aku suka seyummu yang merekah
Terpanpang gigi yang menjorok ke belakan
Membuat pipimu tampak masak dan menonjol

Tak kusangka mala mini kau beri untukku
Sambil berucap “ini yang paling masak dan merekah yang kupetik tadi pagi”

Cirebon, 05 Maret 2022

KERINDUAN

Energi yang memupuk semua kerinduan ini.
Telah memusat pada nadi-nadi.
Katanya aku rindu, itu tidak benar kekasih.
Yang benar adalah ketidakbenaran bahwa aku tidak rindu.

Aku bercerita tantang mimpiku malam itu,
itu caraku mengabarimu bahwa aku rindu.
Dan hari ini aku tidak bercerita bahwa
Malam tadi aku juga bermimpi lagi,
Karena aku sudah mengabarinya di dalam mimpi,

Bahwa aku bermimpi dan aku rindu
Aku terkadang ingin bertanya,
Mengapa harus ada rindu jika hanya membuat sendu
Mengantarkan pada gebu untuk bertemu.
Dan mengapa harus ada kata
Bertemu jika hanya melahirkan sajak-sajak rindu.

Cirebon, 02 Maret 2022