New Normal Jangan Cuma Pikirkan Swalayan, Tapi Juga Pondok Pesantren

KUNINGAN (MASS) – Menghadapi New Normal yang tidak semua orang paham, salah seorang wakil rakyat asal PKB H Ujang Kosasih MSi meminta eksekutif agar memikirkan pula pondok pesantren. Sebab ratusan ponpes yang telah berkontribusi dalam pembangunan imtaq membutuhkan sosialisasi sekaligus sentuhan nyata.

Ujang yang kebetulan ketua DPC PKB Kuningan tersebut menyebutkan, di Kuningan terdapat begitu banyak lembaga pendidikan berlabel ponpes. Dibawah naungan NU saja, jumlahnya mencapai 250-an ponpes. Para santri dan kyai di sana belum memahami apa itu New Normal yang konon hendak dimulai 1 Juni mendatang.

“Menghadapi New Normal di Kuningan ini pemda wajib mempersiapkannya dengan matang. Sebab masih banyak masyarakat yang belum paham esensi dari istilah tersebut. Sosialisasinya harus masif,” tandas politisi yang kini menjabat wakil ketua DPRD Kuningan itu, Kamis (28/5/2020).

Dalam merealisasikan New Normal, Ujang juga meminta agar tidak hanya menyasar pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar ataupun swalayan. Begitu juga hanya menyasar pemerintahan. Tapi dia meminta agar New Normal menyasar pula lembaga pendidikan, termasuk ponpes di dalamnya.

“Kan tadi saya sebutkan, ponpes di Kuningan itu banyak. Bagaimana persiapannya menghadapi New Normal ini. Mereka perlu disentuh. Kami dari PKB bahkan akan meminta pemda untuk menyiapkan anggaran khusus untuk persiapan kehidupan baru di ponpes. Contoh dari sisi medis, perlu disiapkan alat cuci tangan, masker dan lainnya,” papar Ujang.

Bukan hanya itu, kaitan dengan kehidupan ekonomi di ponpes pun patut dipikirkan pemda dalam menghadapi New Normal. Dengan keberadaan santri dari berbagai daerah yang orang tuanya terdampak Covid-19, sudah barang tentu akan berdampak pula pada roda ponpes.

“Pada saat ponpes juga dihadapkan pada keterbatasan sarana prasarana, lalu dihadapkan pula pada situasi protocol covid dalam menjalankan New Normal nanti. Ini wajib dipikirkan pemda,” tegas Ujang diangguki Ketua RMI (Rabithah Ma’ahid al Islamiyah) NU Kuningan, KH Maksum dan pengurusnya KH Miftahul Ulum. (deden)