Pro – Kontra Lampu Lalu Lintas Ciporang

KUNINGAN (MASS) – Keberadaan lampu lalu lintas di simpang empat Ciporang mendapat respon yang beragam dari masyarakat, terutama para pengendara kendaraan bermotor. Masyarakat ada yang sepenuhnya mendukung, ada pula yang keberatan dengan keberadaan di perempatan yang menghubungkan ruas Jalan RE Martadinata, ruas Jalan M Toha, dan ruas jalan Cut Nyak Dien tersebut.

Salah satu pengguna jalan dari Desa Kertaunggaran, Rudi Idham mengaku kecewa dengan adanya lampu lalu lintas. Dirinya menyebut lampu lalu lintas bukan solusi, yang ada hanya menambah kemacetan.

“Memicu kemacetan yang cukup panjang dan tidak efektif, sebelum adanya traficlight yang dipasang, tidak ada kemacetan paling di jam-jam tertentu itu juga hanya sebentar,” akunya pada kuninganmass.com Senin (13/1/2020) malam.

Rudi menerangkan bahwa selain dirinya juga banyak yang mengeluh. Justru ia menyebut ada di ruas jalan lain yang harusnya diaktifkan lampu lalu lintasnya.

“Di simpang terminal kertawangunan aja padahal, justru di sana bahaya, ketika mau arah ke utara atau sebaliknya sok rada kagok, saya harap pihak dishub bisa mengevaluasi hal ini dari segi efektifitasnya,” pinta Rudi.

Meski begitu, sebagian masyarakat lainnya mendukung keberadaan lampu lalu lintas. Alasan mendukung lampu lalu lintas pun sangat beragam, mulai dari ketertiban, sampai keamanan. Hal itu bisa terlihat dari respon pengguna facebook yang mengomentari postingan di fanspage resmi kuninganmass.com beberapa jam belakangan.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan dapat mengurangi angka kecelakaan,” tulis akun yang bernama Addr di laman komentar.

Bahkan, ada lagi yang sampai mengusulkan untuk penambahan di beberapa titik jalan.
“Sekalian di kojengkan pak dishub hehe,” tulis akun yang bernama Yayan Kuryani.

Akun Cecep Hendie juga menyarankan hal serupa. “Sekaligus pertigaan juanda,” tulisnya. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com