Pameran Bikin Macet, Diduga Gara-gara Ini

KUNINGAN (MASS) – Gabungan Anak Siliwangi Barisan Utama Macan Putih (GASIBU MP) DPD Kabupaten Kuningan sikapi kegiatan Pekan Raya Kuningan 2018. Menurut organisasi tersebut perlu komunikasi yang lebih baik lagi antara panita penyelenggara dalam hal ini PDAU dengan dinas/instansi pendukung utamanya dengan koordinator-koordinator lapangan yang mengkondisikan kesuksesan Pekan Raya Kuningan 2018.

Otong Hidayat, Wakil Sekretaris GASIBU Macan Putih mengatakan lalu lintas semrawut menuju lokasi Pekan Raya Kuningan 2018 membuat tidak nyamannya pengunjung. Bukan hanya itu tidak adanya petugas pengatur lalu lintas di titik rawan kemacetan sehingga arus pengunjung roda dua dan roda empat tidak terkendali.

“Salah satunya di Perempatan Awirarangan jalur jalan Aruji Kartawinata – jalan Eyangweri – jalan IR. H. Juanda. Membludaknya pengunjung pada malam pembukaan, Car Free Day dan Malam Minggu, kendaraan roda empat melaju merayap menyita banyak waktu. Jalur jalan Aruji Kartawinata yang digunakan dua arah menjadi pemicu kemacetan lalu lintas menuju lokasi PRK,” tuturnya, Minggu (9/9/2018).

Sekretaris Gasibu Enda S. Wjaya menyambung, penyediaan kantong-kantong parkir tidak disertai jalur pintu keluar yang memadai. Utamanya kantong parkir GOR Ewangga, Wisma Permata sampai dengan jalur tikus jalan belakang Dinas Kesehatan. Lalu lintas dua arah keluar masuk parkiran kembali ke jalan Aruji Kartawinata melalui jalan tikus dekat Kecamatan Kuningan.

“Rekayasa lalu lintas jalur keluar masuk kendaraan pengunjung tergantikan dengan rekayasa pendapatan yang menggiurkan. Buktinya, Lapak-lapak dan stand pedagang di jalan sebelah utara Pandapa Paramarta yang seharusnya digunakan pintu keluar kantong parkir GOR Ewangga dan sebelah Timur lapang Mas’ud Wisna Saputra malahan disewakan ke para pedagang, lapak dan stand memenuhi jalan kiri dan kanan,” ucapnya.

Enda melanjutkan, mungkin panitia penyelenggara Pekan Raya Kuningan 2018 bisa meraih pendapatan yang besar. Kisaran sewa lahan pedagang kaki lima Rp. 500 000.- . lapak Rp. 1 000 000,- dan stan Rp. 3 000 000.- s.d Rp. 3 500 000,- .

“Keuntungan yang didapat tidak seimbang dengan pelayanan publik utamanya kenyamanan lalu lintas pengunjung Pekan Raya Kuningan 2018,” ketusnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com