Calon Sekda Mesti Pandai Bergaul

KUNINGAN (Mass) – Untuk menjadi seorang sekda (sekretaris daerah), bukan hanya harus merasa senior saja. Atau hanya mampu bekerja di belakang meja semata. Tapi dibutuhkan pula sosok yang pandai bergaul dengan siapa pun.

Pernyataan ini dilontarkan salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Karangkancana, Bahrudin, Jumat (21/4/2017). Selama ini pria yang akrab disapa wa Egong itu kerap mengamati sepak terjang para pejabat Pemkab Kuningan.

“Kalau dilihat dari dedikasi, loyalitas dan kriteria lainnya, saya yakin para pejabat di Kuningan itu mumpuni dan mampu menempatkan diri. Tapi karakter yang pandai bergaul ini yang tidak semua pejabat memilikinya,” ujar mantan kuwu Segong Karangkancana itu.

Senior atau tidaknya, imbuh Bahrudin, tidak menjamin seseorang itu bisa diterima oleh mayoritas SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Justru pejabat yang pandai bergaul, menurutnya akan membuat siapapun menerima kehadirannya. Bukan hanya internal pemda, tapi juga pihak luar.

“Sekadar saran saja, kalau pak Yosep (sekda sekarang) pensiun 1 Maret 2018, maka dibutuhkan pengganti yang tidak terlalu lama menjabat. Ini karena Pilkada 2018 belum tahu siapa yang akan menjadi bupati berikutnya,” ucapnya.

Ketika yang jadi bupati kurang berkenan dengan sekda pengganti, justru menurut Bahrudin bisa jadi boomerang bagi laju penyelenggaraan pemerintahan. Seorang bupati dan sekda harus seperti anggota tubuh.

“Kalau tangan teriris, mata yang mengeluarkan air mata. Kalau mata mengeluarkan air, tanganlah yang mengusap. Nah berarti bupati dan sekda mesti seiring sejalan, bukan hanya dengan wabup saja,” analogi Bahrudin.

Lantaran sekda merupakan jabatan puncak kepegawaian, tambahnya, akan sulit memindahkan ketika bupati tidak merasa cocok. Sementara bupati mendatang belum ada yang tahu hanya Allah SWT. Tak heran jika dirinya menyarankan agar pengisi sekda nanti tidak perlu yang panjang batas usia pensiunnya.

“Tapi seperti yang tadi saya katakan, seorang sekda harus pandai bergaul. Satu lagi, karena ia ketua Baperjakat maka harus bisa menempatkan kepala SKPD sesuai dengan keahliannya saat mutasi,” pungkas Bahrudin. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com