Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Eks RSCI Mesti Dievaluasi, Tak Sesuai Estimasi Awal

KUNINGAN (MASS) – Wakil Ketua DPRD Kuningan, Hj Kokom Komariyah mengatakan, penggunaan RSCI tidak sesuai dengan estimasi awal pembelian. Tak heran jika dirinya meminta agar segera dilakukan evaluasi dari berbagai sisi.

“Harus ada evaluasi. Harus lebih efisien penggunaannya sesuai estimasi awal. Kan awalnya mau difokuskan untuk penanganan pasien covid. Tapi belakangan malah diperuntukan bagi yang ringan saja,” ujar politisi PKS tersebut, akhir pecan kemarin.

Kalau memang RSCI sepi pasien, Kokom memandang perlu untuk mengecek pula apakah di RSUD 45 penuh atau tidak. Karena belakangan beralasan RSCI dikhususkan bagi pasien yang ringan, sedangkan pasien dengan penyakit penyerta yang berat di RSUD 45.

“Kalau di RSUD 45 penuh berati banyak yang berat. Atau mungkin yang kena covid turun. Tapi kalau gak salah bulan kemarin masih tinggi,” ucapnya.

Kokom membenarkan ada beberapa teman yang lari ke RS swasta dalam menjalani perawatannya. Ia justru mempertanyakan kenapa banyak yang lari ke swasta.

Baca juga: https://kuninganmass.com/misteri-eks-rs-citra-ibu-dibeli-mahal-tapi-jarang-digunakan/

“Disitulah perlunya evaluasi dari berbagai sisi. Apakah kaitan dengan pelayanan, fasilitas atau sisi lainnya. Tapi ada juga temen yang awalnya di RS swasta dipindahkan ke 45 karena keterbatasan alat. Gak tau alat apa saya juga,” imbuhnya.

Titik tekannya, menurut Kokom, adalah evaluasi. Baru setelah itu melangkah pada pencarian solusi yang dapat melibatkan IDI, PAPDI dan organisasi kompeten lainnya.

“Gimana pemanfaatan berikutnya. Gak mungkin kan kalau dibiarkan. Udah beli mahal, gak maksimal, keluar dari estimasi awal. Jangan sampai jadi asset yang tak maksimal. Waktu itu kan pembeliannya luar biasa,” tandasnya.

Baca juga: https://kuninganmass.com/ketua-komisi-iv-eks-rsci-sedang-diperiksa-bpk/

Ketika banyak bangunan yang tidak efektif, maka akan mahal dalam pemeliharaannya. Ini tidak hanya terjadi di kasus RSCI, melainkan di beberapa kasus bangunan lainnya.

“Kayak bangunan Pasar Cilimus yang di sebelah timur, bangunan baru, itu kan belum digunakan. Alasannya belum diresmikan. Ya mestinya segera, karena nanti akan mahal dalam pemeliharaan,” kata politisi yang tinggal di Cilimus tersebut. (deden)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Politics

MANDIRANCAN (MASS) – Pengurus ranting PKS di 48 desa wilayah dapil 2, dilantik secara serentak, Jumat (10/12/2021). Ke-48 desa tersebut meliputi Kecamatan Cilimus sebanyak...

Government

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Dr Susi Lusyanti mengerangkan, syarat pasien yang akan di isolasi di Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 yang...

Government

KUNINGAN (MASS)-Kenaikan kasus positif covid-19 terus tejadi hingga update inggu (20/6/2021).  Total ada 41 positif dan ini menambah daftar panjang kasus positif di kota...

Government

KUNINGAN (MASS) – Selain memiliki fungsi legislasi dan budgeting, para wakil rakyat yang terhormat diminta untuk betul-betul menjalankan fungsi kontrolnya. Jangan sampai masyarakat mencium...

Advertisement