Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Carut Marut Pelayanan dan Informasi Kesehatan Covid-19 di Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Pada bulan oktober minggu pertama ada kejadian salah satu pasien yang datang ke rumah sakit dengan histori penyakit Hipertensi, permasalahan muncul ketika pasien di rawat dalam ruang isolasi tanpa ada penjelasan apapun dari pihak RS, dan ini membuat pihak keluarga
kecewa atas perlakuan Rumah Sakit.

Permasalahan baru muncul ketika setelah dua malam di ruang isolasi pasien meninggal, pemulasaraan dilakukan dengan protokol covid dengan hasil rapid negatif dan hasil swab belum keluar, hal ini menyisakan pilu yang mendalam bagi keluarga dan kami merasa dirugikan secara moral di lingkungan masyarakat.

Sakit darah tinggi yang diderita pasien menyisakan tanya tentang bagaimana pelayanan rumah sakit. Karena pihak keluarga pun tidak diberi ijin menengok dengan alasan protokol kesehatan, sampai pasien kala itu meminta makanan dari luar dan pihak keluarga membawanya tapi nyatanya makanan itu tidak segera diberikan oleh perawat kepada pasien.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Saat perawatan isolasi pasien tidak di nyatakan covid, tapi meninggal diberitahukan covid, pemulasaraan jenazah langsung prosedur covid padahal hasil swab belum keluar sama sekali, sampai detik ini berkas administrasi paisen juga tidak diberikan ke pihak keluarga seperti hasil rotgen dan rekam medik lainnya.

Selain pihak RS, pihak gugus tugas juga mengabarkan bahwa pasien positif covid padahal hasil swab juga belum keluar, sehingga pihak puskes sukamulya yang mendapat informasi dan intruksi camat cigugur langsung mengidentifikasi siapa saja yang berhubungan dengan pasien untuk di lakukan swab masal dengan APD lengkap seperti astronot.

Satu hari kemudian keluarga dan beberapa warga yang kontak langsung di test swab
sampai tulisan ini di rilis kami tidak di beri kejelasan hasil swab yang di lakukan apakah positif atau negatif, kami juga tidak diberi kejelasan apapun atas kegaduhan yang terjadi di masyakat, sehingga membuat kami sangat merasa di rugikan secara materil dan non materil.

Pihak puskes sukamulya dan camat cigugur harus ikut melakukan kondusifitas dan juga bertanggung jawab atas isu yang beredar di keluarga kami untuk membuktikan bahwa keluarga kami baik baik saja.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain itu para pihak terkait semestinya membantu meluruskan informasi dan memberikan pelayanan yang belum di dapat oleh pihak keluarga. Yang mana hak hak ingin tahu publik berdasarkan undang undang undang keterbukaan informasi no. 14 tahun 2008 dan undang undang no. 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Siapa yg bertanggung jawab atas carut marutnya pelayanan RS, Kenapa kami mempertanyakan ini? Karena terburu-burunya informasi gugus tugas tapi lambat dalam hal hasil dan kondusifitas pihak keluarga pasien.

Jadi sekali lagi siapa yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini, atas meruginya kami secara moral ?
Siapa yang bertanggung jawab mensosialisasikan bahwa keluarga kami baik-baik saja ?

Siapa yang bertanggung jawab memberikan pengertian hasil swab kami kepada masyarakat ?
Kenapa semuanya malah hanya membuat gaduh tanpa bertanggung jawab meredamnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Stigma masyarakat terhadap keluarga masih terjadi sampai saat ini setelah 10 hari pasca swab yang sudah dilaksanakan…. Aaarrrrgggghhhh

Asep Papay : Pegiat Kemanusiaan

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Government

KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Dr Susi Lusyanti mengerangkan, syarat pasien yang akan di isolasi di Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 yang...

Government

KUNINGAN (MASS)-Kenaikan kasus positif covid-19 terus tejadi hingga update inggu (20/6/2021).  Total ada 41 positif dan ini menambah daftar panjang kasus positif di kota...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kerumunan massa di sejumlah obyek wisata membuat geram Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy. Sebab, ketika pengendalian arus mudik lewat penyekatan dianggapnya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Wakil Ketua DPRD Kuningan, Hj Kokom Komariyah mengatakan, penggunaan RSCI tidak sesuai dengan estimasi awal pembelian. Tak heran jika dirinya meminta...

Advertisement