Dishub Siapkan Angkot Khusus Perempuan

KUNINGAN (Mass) – Ditengah suasana mogok angkot 04 dan 10, Rabu (1/3/2017), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Deni Hamdani SSos MSi mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Mantan kepala Satpol PP tersebut berencana untuk menyiapkan angkot khusus perempuan.

“Kita akan merancang angkot khusus perempuan. Ini dalam rangka menumbuhkan minat masyarakat untuk naik angkot, mengurangi naik motor,” terang Deni pasca menerima aspirasi dari para sopir angkot.

Angkot khusus perempuan, jelasnya, dirancang untuk menghindari aksi pelecehan. Penumpangnya khusus perempuan dengan awak angkutan yang wajib mematuhi SOP (standar operasional prosedur). Angkot itu pun dipasang GPS sehingga terkontrol posisinya. Terobosan tersebut, ada nuansa agamisnya.

“Kalau malam lampunya dinyalakan, kemudian bebas asap rokok. Pokoknya kalau perempuan merasa aman dan nyaman naik angkot, maka mereka pun akan lebih berminat naik angkot ketimbang mengemudi motor sendiri,” kata Deni.

Upaya tersebut, menurutnya, dalam rangka membantu warga yang menekuni bidang transfortasi angkutan umum. Selain itu, pihaknya akan mengundang para kepala sekolah untuk mengintruksikan agar siswa tidak membawa motor.

“Kita juga akan melakukan penguatan-penguatan awak angkutan transfortasi dengan mengundang kepala sekolah. Kalau siswa terbiasa lagi naik angkot, mereka akan dilatih lagi bangun subuh, salat subuh kayak dulu,” ucapnya.

Adanya penyampaian aspirasi dari awak angkot 04 dan 10, dianggap wajar oleh Deni. Justru masukan tersebut sangat dibutuhkan untuk evaluasi. Sebab uji coba jalur satu arah (one way) akan dilaksanakan selama 2 minggu.

“Nanti kita akan evaluasi, kita laporkan ke bupati. Kesimpulannya nanti setelah 2 minggu ke depan. Kita tak akan tutup mata terhadap aspirasi,” kata Deni.

Ia berharap angkot 04 dan 10 beroperasi seperti biasa dengan jalur satu arah. Baru kemudian, kekurangan dan kelebihannya akan diketahui guna diambil keputusan mana yang hendak diterapkan.

“Setiap kebijakan itu pasti ada pro dan kontra. Ibaratnya bayi yang dipetol ASI (lepas dari ASI), akan terganggu kenyamanannya. Tapi setelah terlatih maka akan terbiasa,” pungkasnya.

Sementara itu, para sopir angkot masih berdiam diri di terminal tipe A Kertawangunan. Sekitar pukul 12.00 mereka membubarkan diri. Ketua Jalur Angkot 04, Asep Gunara menegaskan, para sopir angkot tidak akan beroperasi hingga ada keputusan dari Dishub.

“Ya kalau ada yang jalan, itu pribadi, di luar kendali saya. Karena memang jalur kita masuk leuweung (tempat sepi). Kita juga enggak pengen seperti ini sebetulnya, kasihan masyarakat,” tandas Asep. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com