Rana Kalahkan Udin dan Ujang

KUNINGAN (Mass) – Pada polling yang diadakan Situs Berita Online kuninganmass.com, 3 bakal calon bupati masuk 3 besar. Mereka diantaranya Rana Suparman SSos, H Udin Kusnaedi MSi dan H Ujang Kosasih MSi. Suara ketiga figur ini jauh melampaui belasan bakal calon bupati lainnya.

Rana Suparman misalnya, sampai pukul 09.00 Jumat (24/2/2017), telah mencapai 1.847 suara. Persentasenya paling tinggi yakni 32 persen. Politisi PDIP yang menjabat ketua DPRD ini awalnya ketinggalan jauh oleh Udin Kusnaedi, politisi PAN.

Udin sendiri kini harus rela berada di posisi kedua dengan perolehan 1.594 suara. Persentasenya 28 persen, selisihnya tipis dengan Rana. Politisi berbasic pengusaha ini awalnya menduduki urutan teratas yang berkejaran dengan Ujang Kosasih, politisi PKB.

Sedangkan posisi ketiga diduduki Ujang Kosasih dengan raihan 1.086 suara atau 19 persen. Tidak menutup kemungkinan, politisi asal Maleber ini mampu menyalip kedua figur tersebut.

Total suara yang masuk pada polling, seperti yang bisa dibuka pada link http://kuninganmass.com/polling/bakal-calon-bupati-kuningan, baru 5.792 suara. Ini menandakan masih banyak peluang bagi figur lain untuk menyusul nama-nama yang masuk 3 besar tersebut. Salah satunya H Acep Purnama MH yang baru meraih 144 suara atau 2 persen.

Suara Acep yang kini menjabat bupati ternyata masih kalah oleh politisi PKS, H Agus Budiman SPt, 158 suara. Begitu pula oleh Deni Erlanda MSi dengan capaian 152 suara dan Toto Suharto sebanyak 172 suara. Namun jika dibandingkan dengan suara M Ridho Suganda SH sebanyak 62, suara putra bungsu H Aang Hamid Suganda itu jauh di bawah Acep.

“Kami akan evaluasi tiap bulannya. Nama yang suaranya rendah, terpaksa akan kami delete dan digantikan dengan nama lain,” ujar Redaktur kuninganmass.com, Deden Rijalul Umam.

Diakuinya, polling yang dilaksanakan itu tidak seideal lembaga survey. Tapi setidaknya menjadi salah satu indikator layak dan tidaknya seseorang untuk memimpin daerah kelak. Sebab polling yang dilakukannya itu tanpa rekayasa dan bersifat real.

“Satu orang tidak bisa klik 2 kali. Sistem yang kami terapkan itu satu perangkat ponsel atau komputer, hanya bisa membubuhkan 1 suara saja. Insya Allah ini kami lakukan demi kemajuan Kuningan ke depan,” tandasnya.

Selain polling bakal calon bupati, pihaknya pun membuka pula polling untuk bakal calon gubernur. Menurut Deden, warga Kuningan pun sangat berhak untuk menentukan siapa figur yang akan memimpin Jabar kelak. Terlebih pelaksanaan Pilgub Jabar lebih dulu ketimbang Pilbup Kuningan. (tim redaksi)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com