NU Menyayangkan PKB Tersingkir

KUNINGAN (MASS) – Para ulama yang masuk struktur pucuk pimpinan NU Kuningan, menyayangkan Fraksi PKB tersingkir dari koalisi di parlemen. Kendati begitu mereka meminta agar PKB cooling down terlebih dulu guna mencari tahu penyebabnya.

Ini ditegaskan Sekretaris PC NU Kuningan, KH Aang Asy’ari usai pertemuan dengan para anggota Fraksi PKB, Jumat (18/9/2020) siang di RM Pasir Wangi Cigugur.

“Kami tentu menyayangkan karena PKB adalah kekuatan nahdiyin di parlemen. Tapi kami imbau tetap cooling down cari tahu sebabnya,” tandas Aang diamini Ketua PC NU Kuningan, KH Aam Aminuddin.

Masalah tersebut, menurutnya harus diklirkan lantaran antara PDIP dan PKB merupakan gabungan kekuatan nasionalis religious. Idealnya 2 kekuatan itu bersama-sama, berdampingan dalam membangun pemerintahan.

“Kita tau dari awal PKB itu membackup penuh PDIP. Jadi, kebersamaan ini jangan tiba-tiba hilang begitu saja. Harus ada klarifikasi dulu, ada apa dibalik itu,” ujarnya.

Aang melanjutkan, NU berharap kerjasama yang selama ini dilihat terus berlanjut hingga betul-betul mewujudkan Kuningan yang maju dan agamis.

Saat ditanya apakah kedepan NU bakal jadi oposan pemerintah, Aam selaku ketuanya memberikan jawaban diplomatis. “Kami kan bukan partai politik,” tegas Aam Aminuddin.

Pertemuan dengan PC NU Teragendakan Sejak 2 Bulan Lalu

Sementara Ketua DPC PKB Kuningan, H Ujang Kosasih MSi menjelaskan pertemuan dengan PC NU sudah teragendakan sejak 2 bulan lalu. Sebagai anak kandung dari NU, PKB ingin membuat kultur baru dalam melakukan sinergitas antara partai tersebut dengan NU.

“Antara anak dan orang tua, bagaimana kami agar bisa mendapatkan masukan, nasihat. Nah 2 bulan lalu kita sudah komunikasi by phone, dan hari ini kebetulan ada kesepakatan waktu,” terangnya.

Sinergitas dimaksud, selain meminta masukan, juga kaitan dengan konsolidasi organisasi selalu dilaporkan ke NU. Semisal pelantikan pengurus DPAC belum lama, ia laporkan. Dalam pertemuan itu pun PKB meminta petunjuk ke NU karena sebentar lagi akan memperingati Hari Santri Nasional.

“Jadi bukan pertemuan istimewa. Tak ada kaitannya dengan kocok ulang AKD. Bukan berarti kami laporkan masalah itu. Tapi kalau ternyata NU bertanya selaku bapak ke anaknya, ya kami jawab seadanya,” ungkap Ujang. (deden)