Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Kompensasi Pemanfaatan Air dari Cirebon Minim, Pansuskan Saja!!

KUNINGAN (MASS) – Minimnya nilai kompensasi dari pemanfaatan air yang disetorkan Pemkot dan Pemkab Cirebon ke Pemkab Kuningan, membuat geram salah seorang anggota DPRD Kuningan, Dede Sembada.

“Masa udah belasan tahun ga naik-naik. Hanya Rp110/meter kubik. Wajarnya sih Rp300,” kata anggota Komisi I DPRD yang membidangi masalah itu, Senin (13/9/2021).

Diungkapkan Desem, sejak 2009 sampai 2012, nilai kompensasi dari kerjasama pemanfaatan air sebesar Rp110/meter kubik. Bahkan sampai tahun ini tidak ada penyesuaian tarif.

Padahal menurutnya, terdapat klausul pada MoU 2012 yang mengharuskan 3 tahun sekali dilakukan penyesuaian harga.

“Karena begini, otda itu kan daerah diberi kewenangan untuk melakukan optimalisasi PAD. Kalau menggenjot sektor pajak dan retribusi, tentu membebani masyarakat. Apalagi sekarang masa pandemi,” kata Desem.

Untuk itu perlu pos lain-lain pendapatan dimana kompensasi pemanfaatan air salah satunya. Namun ketika nilainya tidak naik-naik maka upaya optimalisasi PAD tidak berjalan.

“Kita ingin tahu kenapa bisa seperti itu. Kalau alesannya tingkat kebocoran 20%, ya itu tanggungjawab mereka dong. Tanggungjawab kita itu dari reservoar sampai watermeter,” tandasnya.

Politisi yang kebetulan menjabat ketua Fraksi PDIP ini juga menegaskan, perlu dibentuk pansus di dewan guna mengkaji masalah tersebut. Seperti pansus tahura tempo lalu, ia memandang berhasil karena 14 wilayah eksklave TNGC hendak dikeluarkan.

“Tinggal penetapan. Kalau 14 wilayah ekslave tersebut alih fungsi jadi tahura maka potensi PAD nya sekitar Rp25 M,” ungkapnya.

Soal kerjasama pemanfaatan air pun, Desem memandang perlu untuk dipansuskan. Dengan begitu, potensi PAD tanpa harus membebani rakyat, bisa lebih tergali lagi.

“Kompensasi air dari dulu sebesar Rp4,4 M dari 110/m3. Kalau jadi 300/m3 tanpa dikurangi kebocoran maka bisa dihitung sendiri berapa besarannya,” ucap Desem.

Kalau ternyata Cirebon tetap seperti itu, ia menyarankan agar dialihkan ke Brebes yang sudah mengajukan permintaan. Dengan begitu optimalisasi PAD Kuningan tetap berjalan. (deden)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Fenomena tunda bayar yang terjadi di lingkup Pemkab Kuuningan bukan hanya terjadi di sektor proyek, tapi juga sektor pendidikan khususnya dana...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Kuningan, Dede Sembada, angkat bicara perihal polemik rencana pembangunan jalan lingkar timur selatan. Menurutnya, itu sudah...

Government

KUNINGAN (MASS) – Dede Sembada yang masuk keanggotaan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kuningan akhirnya mau buka suara kaitan dengan kenaikan tunjangan anggota dewan. Ia...

Government

KUNINGAN (MASS) – Hingga detik ini nilai aset daerah yang dimiliki Pemkab Kuningan tercatat mencapai Rp2,4 triliun. Namun dari total tersebut, rupanya terdapat 53...

Advertisement