Ribuan Orang Melayat ke Windusangkahan

KUNINGAN (MASS)- Ada ungkapan apabila kita ingin melihat orang itu dicintai dan dihormati banyak orang. Maka, lihatnya orang tersebut pada saat meninggal dunia kalau yang malayat dan mengantar jenazah banyak, sudah dipastikan ia orang baik.

Gambaran ini terlihat pada saat Ketua MUI Kuningan KH Abdul Aziz Anbar Nawawi meninggal dunia. Begitu jenazah sampai ke rumah duka, pelayat datang silih berganti.

Pada saat melepas ke pemakaman pun ribuan orang berjubel ingin mengantarkan ke tempat terakhir. Almarhum memang layak mendapatkan penghormatan dari banyak orang karena memang orang baik.

baca berita sebelumnya: https://kuninganmass.com/incident/innalillahi-ketua-mui-kuningan-berpulang/

Bupati Kuningan H Acep Purnama dan para pejabat datang melayat untuk mengucapkan  belasungkawa kepada  keluarga almarhum. Kerabat dan rekan almarhum dari Banten dan Tasikmalaya juga berdatangan.

Semua tidak menyangka begitu cepat kiayi kharismatik itu berpulang. Padahal, banyak yang ditunggu ide-ide berlian dari  ayah dua orang anak itu.

Namun, karena sifatnya kehidupan ada yang datang dan pergi. Maka hal itu menimpa kepada  Pendiri Pondok Pesantren Nurul Huda Kelurahan Windusengkahan Kecamatan Kuningan.

“Sangat membludak yang melayat. Ini menunjukan bahwa beliau orang baik yang dicintai orang. Kuningan kehilangan tokoh besar, semoga Allah memberikan tempat terbaik bagi kiayi,” ujar Amuy yang datang melayat dan ikut menyolatkan jenazah, Kamis pagi.

Sementara usai di solatkan, ada pelepasan dari pihak keluarga, dari Bupati Kuningan H Acep Purnama dan juga pihak Manonjaya Tasikmalaya.

Begitu di bawa ke pemakaman yang tidak jauh dari rumah almarhum semua tidak bisa menahan kesedihan, hanya doa-doa terus dipanjatkan agar almarhum diberikan tempat terbaik. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com