KUNINGAN (MASS) – Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HIMA KPI) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan melaksanakan kegiatan “KPI Goes to Sambang Pesantren” dengan tema “Mengukir Kebaikan, Menggapai Keberkahan”, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Desa Cilowa, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Program itu merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai dakwah, edukasi, dan kepedulian sosial di lingkungan pesantren. Adapun rangkaian acara meliputi seminar, santunan, serta tausiyah Islami yang diikuti oleh para santri dan mahasiswa.
Ketua HIMA KPI UNISA, Ahmad Fauzi, menuturkan program sambang pesantren menjadi wujud komitmen mahasiswa KPI untuk hadir langsung di tengah masyarakat pesantren melalui pendekatan edukatif dan religius.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran santri tentang pentingnya komunikasi dakwah yang santun serta nilai-nilai moral yang selama ini diajarkan di pesantren. Ini juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa agar lebih memahami realitas dakwah di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Program Studi KPI UNISA, Fauzi Nurul Barkah MSos, sebagai pemateri seminar, serta H Aik Ikhsan Anshori MA Hum, yang mengisi tausiyah Islami.
Dalam materinya, Fauzi Nurul Barkah menyampaikan pembahasan tentang Komunikasi Dakwah Anak Muda. Ia menekankan dakwah di era saat ini menuntut kreativitas, kesantunan, serta keteladanan akhlak.
“Komunikasi dakwah anak muda akan efektif jika dikemas secara keren, santun, dan menginspirasi. Dakwah tidak selalu harus melalui mimbar formal, tetapi bisa diwujudkan melalui sikap, tutur kata, pergaulan, serta aktivitas positif di media sosial. Dakwah yang paling kuat adalah akhlak yang baik dan komunikasi yang santun,” ungkapnya.
Menurut Fauzi, kegiatan sambang pesantren sangat relevan dengan kebutuhan dakwah masa kini. Ia menilai santri dan pelajar memiliki potensi besar sebagai subjek dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara cerdas dan inspiratif.
“Santri dan pelajar bukan hanya objek dakwah, tetapi subjek utama yang memiliki peran strategis, baik di lingkungan pondok maupun di ruang digital,” katanya.
Sementara itu, H Aik Ikhsan Anshori dalam tausiyahnya menekankan pentingnya keikhlasan, keberkahan, serta peran strategis pesantren dalam membentuk karakter generasi berakhlak mulia di tengah tantangan zaman.
Melalui kegiatan tersebut, HIMA KPI UNISA berharap dapat mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan pesantren, sekaligus menumbuhkan semangat dakwah yang humanis, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai akhlakul karimah. (didin)







