Lapas Adakan Pengobatan Gratis

KUNINGAN (MASS) –  Lapas Kuningan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Bulan Sabit Indonesia (BSMI) Kabupaten Kuningan, Klinik Eye Center Kuningan dan SMK Bakti Indonesia menggelar kegiatan bakti sosial.

Kegiatan baksos itu adalah  berupa Konsultasi Kesehatan dan Pengobatan Gratis Bagi Keluarga Besar Lapas Kuningan baik itu pegawai maupun warga binaannya.

Kalapas Kuningan, Samsul Hidayat mengatakan kegiatan ini  rangkaian memperingati Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2019. Ia  mengucapkan banyak terima kasih kepada stake holder dan pihak-pihak terkait yang telah mendukung kegiatan ini. Sebab, banyaknya petugas kesehatan yang diterjunkan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

“Kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan oleh kami terlebih bagi warga binaan karena dengan segala keterbatasannya namun harus tetap menjaga dan memeriksakan kesehatan. Kita harapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan lebih sering lagi,” ujarnya.

Ketua IDI Dr Asep Hermana Spb SINACS MM  mengatakan,  kegiatan semacam ini sudah sering dilaksanakan melalui Bulan Sabit Indonesia Kabupaten Kuningan. Namun bakti sosial kali ini merupakan hal yang pertama dilaksanakan di Lapas Kunigan.

“Mudah-mudahan ke depannya kita dapat membantu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan,” jealsnya.

Diterangkan, Warga Binaan adalah warga negara Indonesia yang sementara ini harus menghuni Lapas untuk menjalani hukuman pidananya. Semua tahu di dalam Lapas semuanya terbatas termasuk kesehatannya, oleh karena itu kita akan membantu dalam pelayanan kesehatan karena mereka tetap warga negara yang berhak mendapatkan hidup yang sehat.

Sementara Konsultasi kesehatan dan Pengobatan Gratis ini menerjunkan 21 orang personel yang terdiri dari, 8 orang dokter umum. Lalu, 1 orang dokter gigi, 1 orang dokter mata, 4 orang apoteker, 2 orang perawat dan 5 orang siswa. Adapun ke 21 orang personel ini tergabung dari Dinas Kesehatan, BSMI kabupaten Kuningan, Eye Center Kabupaten Kuningan dan SMK Bakti Indonesia.

Dari pantauan pengobatan gratis ini diikuti oleh 240 orang baik itu pegawai maupun warga binaan, antusiannya kegiatan diikuti karena mereka menyadari pentingnya kesehatan . Dari ke 240 orang pasien yang berobat terdiri dari 15 orang perempuan dan 225 laki-laki

Umumnya pasien yang berobat didominasi usia produktif yaitu usia 18-55 tahun serta manula diatas 55 tahun, sehingga baksos ini memang diharapkan akan membantu produktifitas pasien yang mengalami gangguan kesehatan.

Keluhan gangguan kesehatan yang dirasakan oleh para pasien secara umum yaitu gangguan lambung/maag, nyeri otot, tekanan darah rendah/tinggi. Kemudian,  kelelahan, batuk pilek, inpeksi saluran pernapasan atas, gangguan kulit, radang sendi, dan gangguan nafsu makan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com