Data Tak Rapi, Dana 40 M Diminta Tepat Sasaran

KUNINGAN (MASS) – Pelaksanaan PSBB di Kab. Kuningan telah dimulai sejak Rabu 6 Mei 2020 kemarin, dan akan terus berlaku selama 14 hari kedepan. Hal ini menjadi kebijakan di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat, guna memutus mata rantai penyebaran pandemic covid 19.

Kebijakan tersebut mau tidak mau harus di taati oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kuningan, sebab situasi pandemic covid 19 ini sudah menjadi bencana nasional dan harus segera dihentikan penyebarannya.

Dalam pelaksanaannya tentu menuai dampak lain bagi masyarakat khususnya di Kuningan, tidak pandang bulu semua lapisan masyarakat terkena dampaknya.

Wakil ketua DPRD Kab. Kuningan Hj. Kokom Komariyah dari Fraksi PKS menyoroti hal ini dengan memperhatikan kondisi masyarakat Kuningan yang bisa dikatakan dari semua kalangan baik itu Pengusaha, Pegawai, karyawan, pekerja harian atau buruh terkena dampak dari situasi pandamic ini.

Ia mengatakan semua kalangan yang terdampak harus mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Negara yang dalam hal ini terepresentasikan oleh pemerintah daerah harus hadir untuk rakyat,” tandasnya, Sabtu (9/5/2020).

Lebih lanjut kokom menyampaikan, bahwa anggaran sebesar kurang lebih 40 M rupiah untuk menangani pandemik agar digunakan tepat sasaran. Selain pemberlakuan PSBB juga diharapkan Pemda untuk melakukan terobosan guna mengatasi dampak ekonomi.

Dirinya sangat prihatin melihat kondisi ini, semua orang terkena dampak situasi pandemic belum sepenuhnya mendapat bantuan dari pemerintah. Ia melihat data pemerintah masih belum rapi. Terlihat dari data untuk jaring pengamanan pangan dan data bansos.

“Untuk itu kami menekankan kepada pemerintah untuk segera merealisasikan anggaran untuk jaring pengamanan pangan dan bansos untuk seluruh masyarakat yang terkena dampak covid 19, yang tentunya harus sesuai dan ditunjang dengan database yang akurat,” pintanya.

Diakhir statementnya, Kokom mengajak seluruh elemen yang ada di seluruh Kabupaten Kuningan untuk senantiasa bersatu padu dan disiplin dalam menghadapi pandemic covid 19 ini.

“Tak lupa terus berdoa kepada Alloh, karena dengan KuasaNya lah sehebat dan sebrutal apapun wabah yang melanda, ketika Alloh berkehendak untuk menghilangkan wabah ini untuk musnah, maka tak ada kekuatan apapun untuk menghalanginya. Biidznillah yakin Alloh akan tolong kita semua,” doa politisi asal Kuningan Utara itu. (deden)