Sanlat 11 Hari Digelar Peraba, Diikuti 90 Peserta

SINDANGAGUNG (MASS) – Selama 11 hari puluhan anak usia PAUD, SD sampai SMP mendapat gemblengan agama. Mereka mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) yang diselenggarakan Persatuan Remaja Balangkunang (Peraba) Desa Kertaungaran Kecamatan Sindangagung.

“Sanlat ini merupakan agenda rutin tiap Ramadan yang diselenggarakan Peraba dari generasi ke generasi. Tahun ini pesertanya mencapai 90 orang, mulai anak TK, SD sampai kelas 3 SMP,” sebut Ketua Peraba, Uus Usnan, kepada kuninganmass.com, Kamis (30/5/2019).

Banyak materi yang diberikan kepada puluhan peserta selama mengikuti Sanlat di Mushola Baiturrohman Rt 03 Rw 02 desa tersebut. Mulai dari materi akhlak, tata cara ibadah, materi tentang puasa, zakat dan materi lainnya.

“Tarikh Islam juga kami sampaikan. Termasuk hafalan surat pendek. Kita juga praktikkan ziarah kubur biar peserta rajin mendoakan orang tuanya atau sesepuh yang sudah meninggal,” tutur Uus diangguki Ketua Panitia, Ahmad Syarif.

Untuk para pemateri atau mentor, disamping dari Peraba sendiri juga mengundang ulama dan tokoh masyarakat desa. Seperti Kyai Ubad, H Nana, dan sejumlah tokoh lainnya. Mereka menggenjot generasi penerus bangsa bagaimana berakhlak mulia meneladani Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah Sanlat yang kami mulai pada tanggal 20 Mei ini berjalan lancar dan peserta menyenanginya,” ujar Ahmad Syarif melengkapi penuturan Uus.

Kamis (30/5/2019) tadi merupakan hari terakhir Sanlat yang biasa diawali pukul 14.00 WIB sampai 16.30 WIB. Pada hari penutupan tersebut dipilih 3 peserta teladan untuk tiap tingkatannya. Peserta juga tampil menghafal surat pendek dan panjang agar lebih termotivasi.

Bukan hanya itu, pada hari terakhir Sanlat puluhan peserta mengikuti buka bersama (bukber). Sebelumnya ada muhasabah yang membuat mereka menitikkan air mata. Para peserta diingatkan bagaimana kedua orangtuanya banting tulang untuk bisa mendidik yang terbaik bagi mereka.

“Seneng sekali bisa ikut Sanlat sampai selesai. Tadi juga pas acara terakhir (muhasabah, red) kita sampai menangis yah,” ungkap beberapa peserta Sanlat, Violetta dan Rahiel. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com