Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Lifestyle

Agamis Tapi Banyak Tempat Hiburan Malam yang Diduga Langgar Perda Mihol

KUNINGAN (MASS) – Ternyata PR bupati itu bukan hanya soal kabupaten termiskin ke 2 se Jabar saja. Agamis yang sejak dulu dijadikan visi Kuningan pun nampaknya masih menjadi PR yang belum rampung.

Soal agamis ini kembali mencuat paska gejolak penolakan terhadap usaha live music DJ di Jalan Raya Bandorasa. Kini merembet ke tempat-tempat hiburan lain yang selama ini dinilai melanggar perda minuman beralkohol (mihol).

“Beredarnya pernyataan Mantan Kadisporapar, Drs Jaka Chaerul di media yang menyatakan siap menertibkan tempat hiburan malam termasuk menutup kafe yang melanggar, mendapat respon positif dari kami Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI) DPD Kuningan,” ujar Dadan Somantri Indrasantana SH, sekretaris PPHI DPD Kuningan, baru-baru ini.

Pihaknya menyambut baik niat dari Pemerintah Daerah Kuningan yang siap memberikan sanksi termasuk menutup tempat-tempat hiburan malam yang melanggar peraturan daerah.

Dadan yang juga merupakan Ketua Gerakan Pagar Aqidah (Gardah) MKD 05 Kuningan menuturkan, PPHI telah mendapatkan banyak bukti pelanggaran yang ada di Kabupaten Kuningan dari rekan Forum Masyarakat Anti Kemaksiatan (Formasi) Kuningan. Banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha tempat hiburan dan harus diberikan sanksi yang tegas termasuk penutupan.

“Kami sudah mendapatkan banyak bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha tempat hiburan malam di Kuningan. Hampir kebanyakan melanggar Perda No 2 tahun 2013 tentang pariwisata dan Perda No 6 tahun 2014 tentang minuman beralkohol,” ungkap Dadan.

Ia berharap pemerintah tidak tebang pilih dalam memberikan tindakan tegas, jangan hanya satu atau dua kafe saja, melainkan harus adil. Pemerintah harus memberikan sanksi kepada seluruh tempat hiburan malam tanpa pilih kasih.

“Bukti sudah ada. Pemerintah juga sudah siap untuk memberikan sanksi tegas, sekarang tinggal melaksanakan saja, tapi harus adil, jangan tebang pilih,” tegas Dadan.

Dadan menambahkan, pihaknya siap mendukung penuh pemerintah termasuk dalam menempuh upaya hukum untuk menertibkan tempat-tempat hiburan malam demi mewujudkan Kuningan yang Agamis. (deden)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Editorial

KUNINGAN (MASS) – Komunitas Bukusam (Budak Kuningan Sadar Maca) menyelenggarakan Perayaan Hari Buku Sedunia di Setara Space and Coffee pada Jumat (23/04/2021) malam. Kegiatan...

Government

KUNINGAN (MASS)- Kasus penganiayaan istri siri oleh PNS berinisial D yang bekerja di lingkup Pemkab Kuningan, seolah membuka tabir kalau selama ini para ASN...

Government

KUNINGAN (MASS)- Konflik antara Bupati H Acep Purnama dan Wabup HM Ridho Suganda semakin meluas. Kabarnya orang nomor dua di Kuningan itu pergi keluar...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ibarat striker tangguh H Ujang Kosasih menciptakan hattrick. Hal ini setelah terpilih kembali sebagai Ketua DPC PKB Kuningan periode 2021-2025. Ia...

Advertisement