Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Yaya SE, anggota DPRD Kabupaten Kuningan, F-PKS. (Foto: dok PKS)

Pemerintahan

Disebut Jubir Eksekutif Karena Beda Posisi dengan Ketua Dewan, Yaya: Saya Menyampaikan Fakta Apa Adanya

KUNINGAN (MASS) – Pasca dikiritik karena dianggap membela eksekutif soal tunda tayang dan gagal bayar, anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PKS, Yaya SE membantah sebutan “Jubir Eksekutif” atau “Humas Bupati” yang disematkan kepadanya.

“Saya menghormati kritik yang disampaikan sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Namun saya perlu meluruskan beberapa hal mendasar agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman publik terkait posisi dan pernyataan saya sebagai Anggota DPRD,” kata Yaya, Senin (12/1/2026).

Baca: https://kuninganmass.com/pengawasan-dprd-dilindungi-konstitusi-legislator-yang-membela-eksekutif-langgar-etika-demokrasi/

Pertama, kata Yaya, DPRD memang bukan Humas Bupati, dan ia tidak pernah menempatkan diri dalam posisi tersebut. Pernyataan yang disampaikan bukan untuk membela individu atau kekuasaan, melainkan meluruskan dan menjelaskan fakta kelembagaan dan proses pengambilan keputusan anggaran yang memang melibatkan DPRD secara sah dan konstitusional.

Ia menegaskan, pernyataanya hanya menjelaskan bahwa DPRD ikut membahas dan menyetujui suatu kebijakan fiscal, dan itu bukanlah pembelaan terhadap eksekutif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan politik kepada publik agar tidak terjadi disinformasi seolah-olah DPRD tidak mengetahui atau tidak terlibat dalam keputusan tersebut.

Kedua, terkait independensi DPRD dan kode etik, Yaya justru berpandangan bahwa independensi tidak berarti harus selalu bersikap oposisi secara verbal di ruang publik. Independensi DPRD diuji melalui:

1. Proses pembahasan anggaran

2. Pengambilan keputusan,

3. Pengawasan berkelanjutan dalam forum-forum resmi DPRD.

“Bukan semata-mata melalui narasi konfrontatif di media,” tegas Yaya.

Ketiga, Yaya sepakat bahwa setelah Pilkada, jabatan sebagai anggota DPRD adalah amanat rakyat. Justru karena itu jugala ia merasa berkewajiban menyampaikan penjelasan yang utuh, jujur, dan berbasis aturan, bukan membiarkan opini berkembang secara sepotong-sepotong yang dapat merugikan kepercayaan publik terhadap institusi DPRD itu sendiri.

Menurut Yaya, Checks and balances tidak identik dengan antagonisme, dan kerja legislatif tidak boleh direduksi hanya menjadi kritik verbal tanpa konteks kebijakan. DPRD adalah mitra strategis pemerintah daerah yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara seimbang.

“Terakhir yang saya lakukan adalah menjaga marwah lembaga DPRD dengan menyampaikan fakta apa adanya, sekaligus tetap mendorong perbaikan tata kelola keuangan daerah ke depan,” tuturnya. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Ketua PSI Kabupaten Kuningan Asep S Sunjaya atau yang akrab disapa Asep Papay, mengacungi jempol dan mengajak semua pihak apresiasi Pemerintah...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, mengumumkan secara resmi bahwa hutang tunda bayar tahun anggaran 2024 sebesar Rp96,7...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Meski sudah masuk setengah tahun per 30 Juni 2025 kemarin, ternyata realisasi pendapatan daerah Kabupaten Kuningan tahun 2025 baru mencapai 36,76%...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan AKs SE M Si, dalam video yang disebar di media sosial, menjelaskan penyelesaian tunda bayar...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan merencanakan pinjaman daerah guna menormalkan arus kas keuangan daerah. Merespon hal itu, Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten Kuningan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Di tengah-tengah efesiensi anggaran masih adanya tunda bayar atau gagal bayar yang tak kunjung selesai, Kabupaten Kuningan justru dikejutkan dengan pembelian...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, H Dwi Basyuni Lc, mengaku pihaknya sebagai legislative, sudah diberitahu oleh Bupati Kuningan soal wacana pinjaman...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan merencakan skema pinjaman ke Bank BJB untuk menyelesaikan gagal bayar pemerintah terutama ke pihak ketiga yang nilai hutangnya...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pasca Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si dan Tuti Andriani SH MKn dilantik pada Kamis (20/2/2025) kemarin, euforia di masyarakat...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Politikus muda Kuningan Imam M. Agung Fauzy memberikan pandangannya terkait masalah Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dimasa transisi kepemimpinan antara pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kuningan terpilih, hingga waktu pelantikan dan hari pertama menjabat secara...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Fenomena “Gagal Bayar” mulai mencuat di Kabupaten Kuningan sejak tahun 2022 dan masih berlangsung sampai dengan tahun 2024 saat ini. Secara...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Setelah sebelumnya Juru Bicara Dian-Tuti, Abdul Jalil Hermawan, menyinggung soal aktor gagal bayar di acara Pertuni, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kuningan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Menyikapi pernyataan Kepala BAPPEDA KAB. KUNINGAN USEP SUMIRAT bahwa Kuningan pada tahun 2025 TIDAK PERLU KHAWATIR TIDAK ADA PEMBANGUNAN walaupun terjadi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Hajat besar Kabupaten Kuningan tengah digear. Tidak hanya menjelang momentum HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kuningan saja, dalam dua bulan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Berpotensi gagal bayar jika ritmenya tidak segera disesuaikan. Pasalnya, per 30Juni 2024 ini atau setengah tahun pemerintahan, target Pendapatan Daerah Kabupaten...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Meski berganti kepemimpinan yang kini dikepalai Pj Bupati Drs Dr Iip Hidayat M Pd, Kabupaten Kuningan kembali diprediksi mengalami defisit keuangan,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pansus Kuningan Caang 2023 bentukan DPRD Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal sentilan Rudi Geram agar Pansus tidak masuk angin, serta berstatement...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Ketika seorang Rd. Iip Hidajat mengucapkan sumpah saat dilantik sebagai Pj Bupati Kuningan untuk mengisi kekosongan pasca lengsernya duet Acep-Edo pada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pj Bupati Kuningan Raden Iip Hidajat, diundang DPRD Kabupaten Kuningan di hari pertamanya pasca serah terima jabatan, Selasa (5/12/2023) pagi ini....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Mengutip pernyataan kepala BPKAD Kabupaten Kuningan dalam media online KabarCirebonCom pertanggal 24 Januari 2023 terkait dengan TPP nunggak 3 bulan, ”Setiap...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Selasa tanggal 13 Juni 2023 bertempat di Gedung DPRD, Pansus Tunda Bayar APBD Kuningan tahun 2022 menyerahkan 13 Rekomendasi kepada Bupati...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pengamat Politik, Hukum dan Pemerintahan, Abdul Haris SH, angkat bicara soal wacana siapa yang cocok menjabat sebagai Pj Bupati Kuningan pasca...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) A. Taufik Rohman angkat bicara mengenai potensi Kabupaten Kuningan gagal bayar lagi di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kuningan Deki Zaenal Mutaqin menjawab pertanyaan soal gagal bayar pada acara Academic Discussion Club yang diselenggarakan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sederet persoalan yang menjadi hiruk pikuk di Kuningan menjadi bahan perhatian Pahmi Mubarok, seorang mahasiswa asal Kuningan yang tengah studi di...