Korban Pengeroyokan Sudah Sembuh, Premanisme Dikecam

KUNINGAN (MASS) – Hedi Setiadi (26) sudah dinyatakan dokter boleh pulang ke rumahnya setelah 4 hari ini menjalani perawatan intensif. Namun kesembuhannya bukan berarti menghentikan kasus dugaan pengeroyokan yang dialaminya Selasa (10/4/2018) lalu.

Sabtu (14/4/2018) siang, relawan paslon Sentosa (Toto-Yosa) itu langsung mendatangi kantor advokat tempat kuasa hukumnya, Riri Priyono SH ngantor di Perumnas Ciporang. Ia berkoordinasi terkait langkah berikutnya yang hendak dilakukan.

“Alhamdulillah saya sudah dinyatakan oleh dokter boleh pulang. Sekarang lagi menghadap pengacara saya,” ujar Hedi, warga Awirarangan Kecamatan Kuningan itu.

Sementara, pasca insiden yang menimpa Hedi, muncul tanggapan miring dari warga Awirarangannya sendiri. Salah satunya Tiara (22), dia menilai perilaku preman yang dipertontonkan pelaku mencerminkan ketidakdewasaan berdemokrasi.

“Apalagi kejadian penganiayaan itu dilakukan oleh bapak dan anaknya terhadap orang lain yang berbeda pilihan politiknya,” kata Tiara.

Ia menyesalkan dugaan pengeroyokan tersebut. Perilaku seperti itu, menurut dia, menimbulkan keresahan masyarakat. Belakangan ini masyarakat menganggap pilkada 2018 begitu mencekam. Padahal KPU terus menggelorakan wisata politik.

Tiara menyarankan para tim sukses dan pendukung calon bupati harus bisa bertindak dewasa. “Calonnya saja kalem, pendukungnya kok beringas. Saya kira ini merusak kondusifitas Kuningan,” ketus Tiara.

Diakui ataupun tidak, imbuhnya, pendukung paslon menjadi cerminan paslon yang didukungnya. Antara paslon dengan timses, relawan atau simpatisan, saling mengait. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap citra yang dibangun.

“Kalau timses atau relawannya berperilaku tidak sesuai dengan harapan mayoritas masyarakat, jangan harap masyarakat akan simpati,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa malam (10/4/2018) telah terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Toto Cipto dan Kiki. Diperoleh kabar, Toto Cipto merupakan salah satu timses paslon nomor 3 Acep-Ridho. Keduanya diduga mengeroyok Hedi, relawan paslon nomor 1 Toto-Yosa. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com