Cerpen: Kursi Peninggalan Kakek
Hari sudah usai. Burung-burung telah tiba di peraduan. Sinar mentari samar-samar terpancar dari pekatnya langit senja. Diantara suara adzan Ilham berjalan tergesa-gesa. Tas ransel yang digendong di pundak sebelah kiri sesekali dibenarkan supaya tidak jatuh. Baju flannelnya agak basah bercampur keringat. Sesekali ia melompat melewati genangan air. Atau berhenti sejenak karena sorot lampu kendaraan yang … Baca Selengkapnya