Santri Go Digital! BEM Pesantren Kuningan Perkuat Sinergi dengan Pemkab

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi kreatif serta percepatan digitalisasi di lingkungan pesantren, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia Zona Kabupaten Kuningan menggelar pertemuan silaturahmi strategis dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Kamis (16/4/2026).

Koordinator BEM Pesantren Zona Kuningan, Nuradiat, menuturkan santri memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fashion muslim, hingga konten digital berbasis nilai-nilai keislaman.

“Langkah ini perlu dukungan nyata dari pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta akses terhadap pasar digital,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, BEM Pesantren juga menyampaikan berbagai gagasan dan aspirasi terkait peran santri dalam pembangunan daerah. Fokus utama pembahasan adalah bagaimana pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Menurut Nuradiat, Sekda Kabupaten Kuningan mengapresiasi inisiatif dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh BEM Pesantren. Pemerintah daerah, kata dia, sangat terbuka untuk bekerja sama dalam mendorong digitalisasi pesantren, termasuk dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk pemasaran produk, pengelolaan usaha, serta penguatan literasi digital santri.

“Pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan sentuhan digitalisasi, potensi tersebut dapat berkembang lebih luas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin penting, di antaranya komitmen bersama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis pesantren, rencana pelatihan digital marketing dan kewirausahaan bagi santri, penguatan jaringan kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan pelaku usaha lokal, serta inisiasi program digitalisasi pesantren sebagai proyek percontohan di Kabupaten Kuningan.

BEM Pesantren berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah, guna menciptakan santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di era digital. (didin)