Cerpen: Kursi Peninggalan Kakek

Hari sudah usai. Burung-burung telah tiba di peraduan. Sinar mentari samar-samar terpancar dari pekatnya langit senja. Diantara suara adzan Ilham berjalan tergesa-gesa. Tas ransel yang digendong di pundak sebelah kiri sesekali dibenarkan supaya tidak jatuh. Baju flannelnya agak basah bercampur keringat. Sesekali ia melompat melewati genangan air. Atau berhenti sejenak karena sorot lampu kendaraan yang … Baca Selengkapnya

Cerpen: Gara-gara Kopi dan Catur

Burung walet yang terlihat di langit biru terbang menukik tajam ke bawah, kemudian bermanuver dan kembali lagi terbang ke atas. Berlenggak-lenggok di awang-awang menembus cakrawala melintasi lintasan angin. Sayapnya kadang dikepakan dengan cepat, kadang pula ditekuk. Atraksilah dia bak pesawat tempur yang siap menembus wilayah kekuasaan lawan. Pilotnya begitu mahir mengendalikan sayap dan mesin alamiah … Baca Selengkapnya