Cerpen: Kursi Peninggalan Kakek (Bagian II)

Sruputt… Kopi yang sudah dingin pun tetap enak diminum.Pikirannya kembali teringat pada kejadian awal sebelum tertidur. Ia pun bertanya pada dirinya sendiri kemana perginya orang gila itu?…. “Ke arah barat,” kata sebuah suara besar yang datang dari arah kanan.Serentak bulukuduknya berdiri. Tubuhnya kali ini benar-benar kaku. Keringat dinginnya lagi-lagi mengucur deras. Ia pun tak berani … Baca Selengkapnya

Cerpen: Kursi Peninggalan Kakek

Hari sudah usai. Burung-burung telah tiba di peraduan. Sinar mentari samar-samar terpancar dari pekatnya langit senja. Diantara suara adzan Ilham berjalan tergesa-gesa. Tas ransel yang digendong di pundak sebelah kiri sesekali dibenarkan supaya tidak jatuh. Baju flannelnya agak basah bercampur keringat. Sesekali ia melompat melewati genangan air. Atau berhenti sejenak karena sorot lampu kendaraan yang … Baca Selengkapnya