Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Netizen Mass

Anomali antara Angka Harapan Hidup dan Kemiskinan

“Tidak sepatutnya seseorang merasa aman tentang dua hal; KESEHATAN dan KEKAYAAN” Ali Bin Abi Thalib

KUNINGAN (MASS) – Bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang sejak merdeka sudah berupaya secara kontinyu untuk mengurangi persentase kemiskinan namun hasilnya memang terlihat masih jauh dari kata dan penilaian yang memuaskan. Berbagai faktor yang menyebabkannya adalah, tingkat investasi yang masih fluktuatif dengan kecenderungan masih dibawah standar, tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat (Elyani. 2010).

Pada daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan kemiskinan dapat terjadi, ini memberikan arti bahwa dimana saja ketika kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak terjadi disanalah kemiskinan terbentuk, tumbuh dan sangat mungkin berkembang. Angka harapan hidup menjadi tolak ukur yang penting dalam kependudukan sebagai salah satu indikator dalam pengukuran kualitas penduduk. Tinggi rendahnya angka harapan hidup dapat menjadi pertimbangan dalam menggambarkan kemajuan sosial ekonomi masyarakat (Supriatna, 2006) dan maju mundurnya taraf sosial masyarakat menjadi indikasi kemiskinan masyarakat itu sendiri.

Menurut Jhingan (2012) menyebutkan salah satu pengembangan sumber daya manusia yaitu fasilitas dan pelayanan kesehatan, pada umumnya diartikan mencakup semua pengeluaran yang mempengaruhi harapan hidup, kekuatan dan stamina, tenaga serta vitalitas rakyat, Rendahnya tingkat pelayanan kesehatan pada masyarakat akan berdampak pada masyarakat pekerja yang kurang produktif dengan tingkat mental inferior / terbelakang. hal ini akan berdampak terhadap produktifitas yang kurang tinggi dan mengakibatkan hasil output yang rendah. Kondisi harapan hidup yang tercermin dari Angka Harapan Hidup (AHH) yang buruk menjadi indikasi bagi terciptanya kemiskinan masyarakat karena rendahnya output keekonomian yang dihasilkannya.

Kesehatan dan pendidikan merupakan indikator dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Todaro (2006) menyatakan bahwa hubungan antara pendapatan disatu sisi dan kesehatan serta pendidikan di sisi yang lain. Meskipun terkait erat, namun pendapatan rumah tangga yang tinggi tidak selalu menjamin tingginya tingkat kesehatan dan pendidikan.

Angka Harapan Hidup (AHH) adalah perkiraan rata-rata tambahan umur seseorang yang diharapkan dapat terus hidup. AHH juga dapat didefenisikan rata-rata jumlah tahun yang dijalani oleh seseorang setelah orang tersebut mencapai ulang tahun yang ke-x. Ukuran yang umum digunakan adalah angka harapan hidup saat lahir yang mencerminkan kondisi kesehatan pada saat itu.

Kemiskinan merupakan kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat, di mana kemiskinan dipandang sebagai ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan (diukur dari sisi pengeluaran).

Edi Dores (2014) menyatakan secara bersamaan bahwa pendidikan yang diukur dengan angka melek huruf dan kesehatan yang diukur dengan angka harapan hidup (AHH) berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah penduduk miskin di wilayah provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini juga sejalan dengan Penelitian Riyan Muda, Dkk (2019) bahwa dinyatakan variabel kesehatan (AHH) berpengaruh singnifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB) yang disebabkan oleh kesehatan berdampak kepada seluruh masyarakat (tenaga kerja). Semakin banyaknya masyarakat yang berdampak suatu penyakit maka akan menghancurkan vitalitas, produktivitas, efisiensi dan bahkan melemahkan inisiatif dan aktivitas sosial tenaga kerja di daerah tersebut. Penelitian oleh Rahmawati Faturrohmin (2011), menyatakan bahwa Angka Harapan Hidup berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di 35 Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Tengah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penelitian ini didukung juga dengan Penelitian Rahmawati (2011), Menyatakan bahwa variabel PDRB, Harapan Hidup dan Melek Huruf berpengaruh terhadap Penurunan kemiskinan di 35 kabupaten/kota di jawa tengah pada periode 2005-2009. Dalam Penelitian Anggraini (2013), Menyebutkan bahwa pada peningkatan indikator lingkungan seperti kualitas fisik air minum yang berkualitas, rumah tangga yang memiliki akses pembuangan tinja yang layak dengan kriteria rumah sehat dapat mempengaruhi peningkatan angka harapan hidup (AHH) juga digunakan sebagai indikator untuk menilai derajat kesehatan penduduk serta kemiskinan. Semakin tinggi nilai angka harapan hidup di suatu wilayah, maka mengindikasikan pembangunan sosial ekonomi terutama yang terkait dengan fasilitas kesehatan wilayah tersebut semakin maju serta mengurangi angka kemiskinan yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat.

Kondisi AHH dan Kemiskinan di Kabupaten Kuningan

Angka Harapan Hidup di Kabuapten Kuningan bergerak dari angka 72,64 tahun pada tahun 2015 dan menjadi 73,59 tahun pada tahun 2020 dengan trend tidak ada pertumbuhan negatif pada setiap tahunnya. Di sisi lain, angka kemiskinan dari tahun 2015 sampai dengan 2020 kecenderungannya terus menurun kecuali tahun 2019 ke 2020 yang menunjukkan peningkatan. Persentase angka kemiskinan pada tahun 2015 adalah sebesar 13,97 persen terus menurun sampai dengan tahun 2019 sebesar 11,41 persen dan kembali naik pada tahun 2020 menjadi 12,82 persen.  

Tabel Kemiskinan dan Angka Harapan Hidup Kabupaten Kuningan Tahun 2015 sd 2020

Dalam tabel di atas tampak bahwa sebelum tahun 2020 hubungan data yang terbentuk adalah semakin tinggi AHH maka akan turun persentase kemiskinannya. Artinya pembangunan pengentasan kemiskinan dengan segala bentuk usahannya sudah pada track yang baik, walaupun perlu ada perbaikan lebih ditujukan sebagai bagian dari percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kuningan.

Bahwa, semua juga melihat, merasakan dan bahkan sebagian mengalaminya, wabah / pandemik Covid-19 seolah merubah arah dari kebijakan pembangunan yang sudah direncanakan pada tahun 2020 bukan hanya Kabupaten Kuningan yang merasakannya, se Indonesia bahkan se Dunia sangat mungkin mengalami hal serupa.

Dampak dari Covid-19 ini dibeberapa daerah dengan tingkat suspect / penderita covid-19 yang banyak bukan tidak mungkin bukan hanya persentase kemiskinan yang naik tetapi juga AHH-nya mengalami penurunan disebabkan tingginya angka kematian dari suspect / penderita  Covid-19.

Untuk di Kabupaten Kuningan, pada tahun 2020, AHH Kabupaten Kuningan masih naik angka, namun kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap wabah ini harus terus ditingkatkan, mengingat belum ada tanda-tanda bahwa serangan virus ini sudah melemah, bahkan di beberapa daerah terlihat bahwa angka orang yang terdampak secara kesehatan akibat virus Covid-19 masih terus menunjukkan peningkatan. Penambahan jumlah penderita serangan dari virus Covid-19 dibeberapa daerah lain yang masih terus tinggi bukan tidak mungkin akan terjadi di Kuningan bila warga di Kuningan sendiri abai terhadap ancaman pandemik Covid-19 ini.

Secara umum bila AHH naik maka Kemiskinan akan turun demikian sebaliknya. Namun tahun 2020 ini, di Kabupaten Kuningan terjadi yang bersifat anomal yaitu       AHH naik akan tetapi Kemiskinan juga ikut naik. Kondisi ini diyakini bersifat temporer dan sementara, karena dibanyak negara kematian yang sangat banyak dari serangan pandemik virus Covid-19 diyakini mampu menurunkan AHH di negara-negara tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebanyak apapun sumber daya yang dimiliki sepertinya memang belum mampu untuk menetralisir dari keganasan dari serangan pandemik Covid-19 ini. Jadi dalam hal ini kelimpahan harta juga tidak akan berarti apapun apabila sudah terpapar Covid-19.

Kesiagaan dari pemangku kebijakan penanganan pandemik Covid-19 di Kabupaten Kuningan dengan di dukung 301 orang dokter, 1.904 perawat, 1.299 bidan, 204 ahli farmasi dan 55 orang ahli gizi (data Dinas Kesehatan Jawa Barat Tahun 2019, https://jabar.bps.go.id/indicator/30/639/1/jumlah-tenaga-kesehatan-menurut-kabupaten-kota.html) dan segenap masyarakat untuk mencegah semakin meluasnya pandemik covid-19 di Kabupaten Kuningan menjadi kunci bagi berakhirnya pandemik ini.

Penulis : ASEP HERMANSYAH, S.ST, Fungsional Statistisi Ahli Muda di BPS Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Data IPM Propinsi Jawa Barat Tahun 2020 https://jabar.bps.go.id/pressrelease/2021/01/04/837/indeks-pembangunan-manusia–ipm–provinsi-jawa-barat-pada-tahun-2020-mencapai-72-09.html
  2. Data Kemiskinan dan Ketimpangan https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html#subjekViewTab3
  3. Data Tenaga Kesehatan di Jawa Barat, Dinas Kesehatan Jawa Barat Tahun 2019, https://jabar.bps.go.id/indicator/30/639/1/jumlah-tenaga-kesehatan-menurut-kabupaten-kota.html
  4. Elyani. 2010. Faktor Yang Mempengaruhi Penenam Modal Asing Berinvestasi di Indonesia.Jurnal: Abdi Ilmu Volume 3 Nomor 1, April 2010.
  5. Supriatna, N, Ruhimat M, Kosim. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Bandung: Grafindo Media Pratama.
  6. Jhingan, M L. 2012. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali Press.
  7. Todaro, Michael P. and Smith, Stephen C. 2006. Pembangunan Ekonomi, Edisi Terjemahan, Edisi Kesembilan, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta. Vol 2 Jilid 1/Tahun 2018.
  8. Edi. 2014. Pengaruh Angka Melek Huruf dan Angka Harapan Hidup terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Sumatera Barat. Jurnal: Economika, Volume 2 Nomor 2 Ed. 2014: page 126-133
  9. Muda R, Koleangan R, Kalangi J.B, 2019. Pengaruh Angka Harapan Hidup, Tingkat Pendidikan dan Pengeluaran Perkapita terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Utara pada Tahun 2003-2017. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Manado, 2019, Volume19 Nomor Ed.2019
  10. Rakhmawati, Atifatur. Boedirochminarni, Arfida. 2018. Analisis Tingkat Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Di Kabupaten Gresik. Jurnal Ilmu Ekonomi.
  11. Anggraini E. 2013. Disparitas Spasial Angka Harapan Hidup di Indonesia Tahun 2010. Jurnal Bumi Indonesia, 2(3), pp. 71-80.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Economics

KUNINGAN (MASS) – Terkait isu Kuningan Termiskin se Jabar dari sisi Indeks Kedalaman Kemiskinan, salah seorang wakil rakyat asal PBB, Julkarnaen, angkat bicara. Namun...

Netizen Mass

(Sebuah Masukan Untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani Di Kabupaten Kuningan) KUNINGAN (MASS) – Dalam sejarahnya sektor pertanian selalu menjadi sektor yang banyak diperbincangkan dalam berbagai...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Agar tidak membuat bingung masyarakat, Kepala BPS Kuningan, Asep Arifin Mansur sempat ditanya jurnalis terkait “Kuningan Termiskin se Jabar” paska rapat...

Netizen Mass

Kelihatannya semua itu mustahil sampai semuanya terbukti (Nelson Mandela) KUNINGAN (MASS) – Setiap manusia pasti memiliki cara memandang segara sesuatu, jelas ini bersifat menyeluruh...

Advertisement