Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Economics

Kemiskinan di Kuningan, Ini Kelemahan Pengusaha Pribumi

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka menguatkan ekonomi umat Islam khususnya di wilayah Kabupaten Kuningan, para ulama dan beberapa tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Silaturahim Keumatan Kuningan (FSKK) mengadakan seminar dengan tema Penguatan Ekonomi Keumatan, bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK), Minggu (12/7/2020).

Acara yang yang digagas oleh inisiator FSKK, KH. Dodo Murtadho, Lc., yang juga Penasehat MUI Kuningan ini, menghadirkan dua pembicara utama, Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., mewakili akademisi dan H. Yogi Tyandaru, S.Sos., mewakili praktisi.

Mengawali acara tersebut, Ketua Pelaksana KH. Dr. Alfan Syafi’i, Lc., M.Pd.I., yang juga Ketua STIS Husnul Khotimah Kuningan, dalam sambutannya menyampaikan seminar kali ini merupakan acara lanjutan dari dua acara silaturahim para tokoh agama yang sudah diadakan sebelum ini, yang mempunyai keprihatinan terhadap kondisi umat Islam di daerah Kuningan khususnya.

Dr. Ayus, selaku pembicara pertama memaparkan tentang kondisi ekonomi makro dan mikro baik ditingkat nasional maupun ditingkat lokal. Dr. Ayus yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kuningan mengingatkan tentang tingginya tingkat kemiskinan di Kuningan.

“Dari segi prosentasi masyarakat miskin di Kuningan menempati urutan kedua di seluruh kabupaten yang ada di wilayah Jawa Barat. Sedangkan dari segi jumlah penduduk miskin, Kuningan menempati urutan ke 13 di Jabar,” tutur dosen IAIN Cirebon ini.

Sementara itu, H. Yogi Tyandaru, Sos., selaku pembicara kedua, menegaskan tentang pentingnya orang Islam menjadi pengusaha. H Yogi, yang merupakan direktur utama Toserba Fajar Kuningan tersebut, menyinggung beberapa kelemahan yang dimiliki oleh masyakarat pribumi, sehingga mereka gagal dalam menjalankan usaha, diantaranya sukar bekerjasama, rasa iri dengki yang tinggi dan seringkali bersifat royal.

Beberapa kesimpulan diskusi tersebut diantaranya, Potensi ekonomi umat di Kuningan 90%, pengusaha muslim belum banyak, lembaga pendidikan Islam besar, optimalisasi Baznas, utamakan membeli produk muslim dan kekuasaan menjadi hal penting.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Seminar yang dipandu oleh moderator Dr. KH. Fenny Rahman HS, M.Pd., berjalan dengan lancar. Antusias para peserta cukup tinggi.

Turut hadir dalam seminar kali ini MUI Kabupaten Kuningan, FKUB Kuningan, NU Kabupaten Kuningan, Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, PUI Kabupaten Kuningan, Persis Kabupaten Kuningan, DMI Kabupaten Kuningan, HAMIDA Kabupaten Kuningan, DKM Syi’arul Islam Kabupaten Kuningan, UNIKU, UNISA, STKIP Muhammadiyah Kuningan, STIKKU Kuningan, STIKES Muhammadiyah Kuningan, STIS Husnul Khotimah Kuningan, STIQ Al-Multazam, Pimpinan Pesantren Husnul Khotimah, Pimpinan Pesantren Al-Multazam, Pimpinan Pesantren Al Ikhlas Ciawilor Ciawigebang, Pimpinan Pesantren Al-Mutawalli Bojong Cilimus, Pimpinan Pesantren Syamsul Huda Windusengkahan Kuningan, Tokoh Agama, Cendikiawan dan Pengusaha Muslim. (deden)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Economics

KUNINGAN (MASS) – Terkait isu Kuningan Termiskin se Jabar dari sisi Indeks Kedalaman Kemiskinan, salah seorang wakil rakyat asal PBB, Julkarnaen, angkat bicara. Namun...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Agar tidak membuat bingung masyarakat, Kepala BPS Kuningan, Asep Arifin Mansur sempat ditanya jurnalis terkait “Kuningan Termiskin se Jabar” paska rapat...

Netizen Mass

Kelihatannya semua itu mustahil sampai semuanya terbukti (Nelson Mandela) KUNINGAN (MASS) – Setiap manusia pasti memiliki cara memandang segara sesuatu, jelas ini bersifat menyeluruh...

Netizen Mass

“Tidak sepatutnya seseorang merasa aman tentang dua hal; KESEHATAN dan KEKAYAAN” Ali Bin Abi Thalib KUNINGAN (MASS) – Bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa yang...

Advertisement