Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Politics

Terkait Isu Kepala MTs Dipindah Keluar Daerah karena Tidak Dukung Capres 01, Begini Jawaban Kepala Kemenag

KUNINGAN (MASS)- Isu yang beredar di masyarakat terkait di lingkup Kemenag bukan hanya masalah jual beli jabatan. Namun juga ada penekanan kepada semua pegawai agar memilih Carpes 01  semakin santer di bicarakan di masyarakat.

Terlebih banyak bukti bahwa yang tidak mendukung langsung dimutasi ataupun jabatannya diganti. Bukan hanya masalah Capres tapi juga berlaku untuk caleg DPRD, DPRD Jabar, DPD dan DPRI.

Terkait isu itu, Kepala Kemenag Kuningan Dr Hanip Hanfia MA pada Selasa (2/3/2019)  dipanggil oleh pihak Bawaslu Kuningan. Kepada wartawan Hanip membantah pemanggilannya terkait masalah itu.

“Untuk koordinasi kedatangan saya ke Bawaslu. Jadi kami mendekati Pileg dan Pilpres ini untuk disampaikan kepada teman-teman untuk menjaga kondusifitas di daerah, karena jangan sampai dengan adanya Pileg dan Pilpres ini ada awal yang kurang bagus, jadi kami ingin menyapaikan kepada teman-teman agar bisa menyampaikan pesan moral agar warga masyarakat tidak terpancing dan terprovokasi,” jelasnya.

Hanip menjamin netralitas ASN di lingkup Kemenag karena ada UU ASN yang menyatakan bahwa ASN harus netral, sehingga hal ini sangat jelas jangan ada dukung mendukung terhadap salah satu calon.

Pada kesempatan itu, Kepala Kemenag yang baru beberapa bulan bertugas di Kuningan ikut membantah, terkait adanya informasi ASN Kemenag yang mengarahkan kepada guru-guru RA untuk mencoblos salah satu capres. Begitu juga dengan pengarahan kepada caleg mulai dari daerah hingga pusat.

“Tidak ada karena kami pun kalau ada segera lapor termasuk pengarahan kepada caleg,” tandasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mengenai kepala MTs yang dimutasi karena tidak mau mendatangani surat  dukungan kepada salah satu capres, Hanip juga menjelaskan tidak ada dan tidak terjadi. Dan ia mengatakan tidak mungkin karena masalah itu dipindahkan karena sudah jelas ASN harus netral.

“Makanya kami koordinasi ke sini minta petunjuk mendekati akhir ini, karena kami  juga masyarakat Kuningan harus aman dan kondusif. Jangan sampai  ada hal-hal yang kurang baik,”

Sebelumnya, Kepala MTsN Kadugede Sueb yang dimutasi karena diduga tidak mau tanda tangani dukungan kepada capres No 01 membenarkan dipindahkan. Terkait masalah itu ia malah bertanya kata siapa? dan enggan berkomentar.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kuningan Ondin Sutarman mengatakan, mengenai isu yang beredar pihaknya mendengar. Namun, hanya sebatas selentingan dan pemanggilan ini bukan karena masalah itu, tapi menanyakan langkah-langkah Kemenag untuk menjaga netralitsas ASN dan sejauh mana yang sudah dilakukan Kemenag.

“Ternyata sudah melakukan langkah-langkah yang cukup bisa diapresiasi yakni melakukan penyuluhan terkait kepemiluan dan menjaga netralitas agar pemilu berjalan demokratis,” ujar Ondin.

Mantan Ketua PWI dua periode itu mengatakan, terkait isu santer terkait pengarahan dan juga pemindahan Kepala MTs karena tidak mau menandatangaini dukungan kepada nomor 1, tidak dibahas.

Pihaknya  menyarankan agar Kemaneg membuat netrailitas ASN dan juga melaksanakan apel dan surat edaran. Hal-hal ini belum dilaksanakan oleh Kemenag. (agus)

Advertisement. Scroll to continue reading.

You May Also Like

Politics

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka memperingati hari lahir Bawaslu Ke 12 Bawaslu Kuningan menggelar Donor Darah dan pembagian Masker. Kegiatan donor darah dan pembagian...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Para komisioner Bawaslu Kuningan, Senin (18/11/2019), kompak menabuh gendang. Penabuhan gendang tersebut sebagai tanda dibukanya Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) yang...

Education

KUNINGAN (MASS) – Bagi kaula muda yang ingin mendapatkan ilmu dengan menginap di hotel selama 3 hari, masih ada kesempatan. Pasalnya, pendaftaran untuk itu...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Bawaslu Kabupaten Kuningan mampu mengalahkan Bawaslu lainnya di Jawa Barat dalam lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Bahkan Bawaslu Kabupaten Bandung dan...

Advertisement