Tarian Kolosal di Babarit Bikin Penonton Terhibur

KUNINGAN-  Selain berburu nasi tumpeng, acara yang menjadi perhatian warga pada saat Babarit adalah tarian klosal.  Tarian ini melibatkan para pejabat dan bupati.

Bupati Kuningan H Acep Purnama bersama Hj Ika Purnama ikut ngibing. Begtu para pejabat dengan para istrinya. Mereka sangat menikmati terlebih dengan stelan pakaian adat.

Salah satu pejabat yang sangat terkesan dengan ada Babarit adalah Hj Iin Hartini MSi. Ia mengaku, sejak kecil di Lingkungan Babakan di Kelurahan Cigadung selalu tampil karena diajak orang tua.

“Setelah dewasa saya selalu ikut di Babarit lembur dan sekarang merasakan di Babarit tingkat Kabupaten Kuningan. yang lebih spesial bisa tampil dengan bupati dan didampingi suami tercinta,” ujar Kabid Pemberdayaan Perempuan Dinsos PP dan PA Kuningan, usai acara Babarit.

Iin yang bersuamikan H Amirudin MSi yang merupakan Kadis Lingkungan Hidup mengaku, setiap ada Babarit tidak pernah absen. Baginya Babarit mengingatkan masa kecil dan bisa tampil merupakan suatu kebagiaan.

Dari pantauan kuninanmass.com, acara  Babarit dimulai dengan pembacaan Sinopsi sambil diiringi musik gending dan kacapai suling. Kemudian sasajen dan dipasang di depan  tumpeng raksasa.

Selanjutnya, ritual membawa air air, tumpeng atau nasi kuning dari empat penjuru mazhab atau penjuru arah. Lalu, empat mata itu disatukan.

Ke empat mat air itu pertama dari air dari arah barat (Mata Air Cisuriam), air dari timur (air dari Indrakila). Kemudian, air dari arah utara dari Cikahuripan Kahyangan Indraprahasta) dan terakhir dari selatan air yang diambil dari Balong Kabuyutan Selajambe) itu disatukan oleh bupati selaku pupuhu papayung agung Kuningan.

Setelah disatukan maka air itu dengan menggunakan media bunga bupati menyipratkan ke empat arah. Dilanjutkan dengan pemberian tumpeng kepada sesepuh Kuningan yang dalam hal ini adalah Ketua PHBM Kuningan Maman Suherman.

Usai acara ritual bupati dan tamu kembali ke tempat semula. Kemudian, acara dilanjutkan dengan tarian yang dibawakan oleh gadis cantik.

Mereka terus menari dengan diiringi lima lagu wajib yang harus dilakukan dalam kegiatan babarit. Ke lima lagu tersebut adalah Sang Golewang, Tunggul Kawung, Bujang Anom, Goyong-Goyong Dan Raja Pulang.

 Setelah beres tari maka dilanjutkan dengan tari kolosal yang melibatkan para pejabat dengan masing-masing istri. Bupati juga tampak meningikuti kegiatan tari kolosal ini. Sebelumnya dilakukan penilai ke nasi tumpeng yang dibuat tiap SKPD.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com