Pemdes Kramatmulya Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah, Warga Diingatkan Pentingnya Kepedulian Antar Sesama

KUNINGAN (MASS) – Ada yang berbeda di Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya. Jika biasanya Pemdes menggelar pelatihan keterampilan yang beririsan dengan ekonomi, Pemdes Kramatmulya malah menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah, tata cara pengurusan jenazah, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Kramatmulya itu melibatkan perangkat desa, kader PKK, dan masyarakat.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kramatmulya H Otong Sutiana, S.AB, dan menghadirkan Kasi Pelayanan sebagai pemateri. Turut hadir Sekretaris Desa, Ketua PKK Desa, jajaran perangkat desa, serta peserta pelatihan. Dalam pelatihan, H Otong Sutiana menekankan pentingnya masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam pemulasaraan jenazah.

Dikatakan, keterampilan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bekal yang sewaktu-waktu sangat dibutuhkan ketika ada anggota keluarga maupun masyarakat sekitar yang meninggal dunia. “Minimal kita mengetahui cara mengurus jenazah, memandikan mayat, dan sebagainya sesuia dengan tuntunan ajaran agama Islam,” kata Otong.

Ia menyampaikan, kesibukan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari terkadang membuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar, termasuk dalam menghadiri dan membantu proses pemulasaraan jenazah, semakin berkurang. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan dapat mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Menurutnya, setiap orang pada akhirnya akan membutuhkan bantuan orang lain, termasuk ketika menghadapi musibah kematian dalam keluarga.

“Ini fungsi kita untuk menyentuh hati kita bahwa kita perlu orang lain. Jangan sampai ada yang seolah-olah merasa tidak butuh orang lain ketika ada tetangga atau keluarga yang meninggal, padahal kenyataannya kita tetap membutuhkan orang lain untuk mengurus keluarga kita yang wafat,” katanya.

Selain memberikan keterampilan teknis, H. Otong berharap pelatihan pemulasaraan jenazah dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual bagi seluruh peserta. Proses belajar mengenai pengurusan jenazah, menurutnya, juga menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan berujung pada kematian.

“Artinya, banyak orang sebelum bertobat tapi keburu dia sudah dipanggil oleh Allah. Akhirnya kita mau tidak mau harus belajar. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bahwa suatu saat kita akan pergi menyusul jenazah tersebut,” tuturnya. (eki)