Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

KUNINGAN (MASS) – Dewasa ini penting bagi kita untuk bisa menjaga kesehatan mental. Di tengah-tengah permasalahan yang tidak mudah seperti tekanan ekonomi, masalah pengangguran, masalah rumah tangga, konflik hubungan sosial tak jarang menjadi pemicu munculnya masalah kejiwaan.

Pentingnya fungsi pengendalian dalam diri menjadi aspek penting guna membangun benteng pertahanan jiwa yang kuat. Perlunya deteksi dini jika sudah mengalami gejala awal gangguan jiwa agar tidak berlanjut menjadi gangguan jiwa yang lebih serius.

Tahun 2026 Kementrian Kesehatan memprediksi  28 Juta penduduk Indonesia berpotensi mengalami masalah jiwa. Gangguan tersebut meliputi depresi, gangguan kecemasan (anxiety), skizofernia hingga ADHD. Bahkan anak pun tak luput dari gangguan jiwa. Data terbaru Kemenkes mencatat 35 ribu anak terdeteksi gangguan jiwa, depresi hingga kecemasan.

Ada beberapa Langkah yang bisa kita lakukan dalam rangka memperkuat jiwa/mental  kita agar tidak mudah rapuh :

  1. Kelola stress dengan baik
    Setiap manusia pada dasarnya tidak lepas dari masalah, namun perspektif kita juga mempengaruhi dalam menyelesaikan masalah. Tetap tenang dalam menghadapi masalah adalah salah satu kunci. Fokus pada solusi dan jangan berlarut-larut dalam masalah itu sendiri. Bangun persepsi bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
  2. Perkuat spiritual
    Senantiasa mendekat kepada sang Pencipta yaitu Allah SWT dapat menjadi benteng yang kuat dari masalah gangguan jiwa, dengan menjalankan ibadah keseharian bagi yang beragama Islam ; shalat, mengaji, berdzikir dapat memberikan ketenangan hati dan menjauhkan dari emosi negatif.
  3. Memaksimalkan Fungsi Keluarga
    Diharapkan seluruh anggota keluarga baik itu ayah, ibu dan juga anak dapat melaksanakan fungsi-fungsi keluarga  terutama fungsi kasih sayang dan cinta kasih agar keluarga dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi setiap individu. Biasakan komunikasi secara terbuka pada keluarga jika mengalami sesuatu hal,  jangan sampai keluarga menjadi pihak terakhir yang tahu jika salah satu anggota keluarganya sedang mengalami masalah.
  4. Tetap terhubung dengan orang lain
    Jika seorang individu merasa ada masalah yang tidak bisa diselesaikan secara mandiri hendaknya ia dapat menghubungi orang terdekat atau pihak-pihak yang berkompeten yang dapat membantu menyelesaikan masalahnya. Jangan dipendam sendiri, karena jika dipendam akan menjadi bom waktu yang akhirnya menjadi masalah kejiwaan  akut. Hindari melamun seorang diri, mengurung diri di kamar dalam jangka waktu yang lama karena ini jika dilakukan terus menerus menjadi masalah kejiwaan yang akut.
  5. Jaga pola hidup sehat dan aktif
    Makan teratur, istirahat dengan cukup dan olahraga juga menjadi aktivitas yang harus kita lakukan setiap harinya. Nutrisi diperlukan karena tubuh kita butuh asupan yang berkualitas, istirahat cukup membantu badan kita fit dan bugar. Berolahraga selain membuat tubuh sehat juga dapat membuat mood menjadi lebih positif.

Tulisan ini lahir dari keprihatinan penulis dalam menghadapi banyaknya Pemerlu Pelayanan  kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam hal ini Orang Dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Kuningan yang tersebar hampir di semua Kecamatan. Sepanjang tahun 2026 Dinas sosial Kabupaten Kuningan telah menangani 26 ODGJ Dengan latar belakang masalah yang berbeda-beda yang bisa jadi awalnya hanya gangguan jiwa yang sifatnya ringan, namun karena tidak ditangani secara tepat akhirnya gangguan jiwa tersebut menjadi gangguan jiwa yang lebih serius.

Tulisan ini diharapkan dapat menjadi perhatian untuk tidak mengabaikan gangguan jiwa yang ringan. Segera menghubungi layanan Kesehatan yang mudah dijangkau seperti Puskesmas, Psikolog, Psikiater atau Pekerja Sosial jika terindikasi mengalami masalah jiwa. Selain itu  diharapkan peran keluarga untuk tetap memberi support jika ada anggota keluarga yang terindikasi mengalami masalah gangguan jiwa.

DINNI ADIANTY, S.Sos, Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Sosial Kabupaten Kuningan.