KUNINGAN (MASS) – Sangga Maulana, salah satu pengurus di Laskar Gibran Jawa Barat asal Kabupaten Kuningan, angkat bicara soal kasus perundungan antar siswa yang belakangan tengah ramai di Kabupaten Kuningan. Ia memandang bahwa perundungan bukan sekadar persoalan candaan, kenakalan, atau konflik antar individu.
“Bullying dapat meninggalkan dampak sosial dan psikologis yang panjang, terutama bagi anak dan remaja yang sedang membangun kepercayaan diri serta identitasnya,” kata Sangga Maulana, Rabu (16/9/2026).
Sangga kemudian mengutip pesan dalam buku T. Utami, Stop Bullying: Cegah, Lawan, dan Hentikan Perundungan, bahwa sejalan dengan pentingnya membangun kesadaran bahwa perundungan harus dicegah, dikenali, dan dihentikan bersama. Begitu juga dengan pemikiran Dan Olweus melalui Bullying at School: What We Know and What We Can Do juga menempatkan pencegahan bullying sebagai tanggung jawab lingkungan sekolah dan komunitas, bukan semata-mata persoalan antara pelaku dan korban.
Sangga bilang, Laskar Gibran Jawa Barat meyakini bahwa generasi muda membutuhkan ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bermartabat. Tidak boleh ada anak yang merasa takut datang ke sekolah, takut bersosialisasi, atau merasa dirinya tidak berharga hanya karena menjadi sasaran ejekan, penghinaan, pengucilan, kekerasan fisik maupun perundungan di ruang digital.
“Karena itu, gerakan melawan bullying harus dimulai dari hal sederhana: berani peduli, berani menegur, berani melapor, dan berani berdiri di samping korban,” tegas Sangga.
“Kami juga mengajak orang tua, guru, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat Jawa Barat untuk membangun budaya yang menempatkan empati di atas penghinaan dan persaudaraan di atas kekerasan,” imbuhnya lagi.
Ia menekankan, jangan jadikan perundungan sebagai hiburan. Jangan diam ketika melihat ketidakadilan. Jangan biarkan korban menghadapi semuanya sendirian.
“STOP BULLYING! Cegah. Lawan. Hentikan. Lindungi,” ucapnya sembari mengajak generasi muda membangun ruang tumbuh yang aman, bermartabat, dan saling menghargai. (eki)