Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Anything

Kerajinan Dari Babakanmulya Tembus Kazakhstan

KUNINGAN (Mass)- Kuningan memang tidak hanya menarwarkan wisatanya saja. Namun,  hasil kerajinan pun diakui di pasar nasional dan pasar internasional.

Salah satu produk kerajinan yang sudah tembus pasar internasional adalah kerajinan patung kuda yang menggunakan limbah kayu. Sebenarnya buka hanya kuda namun semua motif bisa dibuat sesuai dengan pesanan konsumen.

“Pesanan dari patung kuda memang paling banyak karena dinilai lebih indah oleh konsumen,” ucap Saharudin Kibro pengrajin patung kuda dari  Desa Babakanmulya Kecamatan Cigugur kepada kuninganmass.com  Minggu (30/4/2017).

Saharudin mengaku, menggeluti usaha ini baru dua tahun terakhir ini. Awalnya menggeluti pembuatan wayang golek. Namun, penjualanya tidak begitu ramai sehingga banting stir ke patung kuda.

Ternyata usaha ini membawa berkah kerena pesanan mengalir dari mana-mana. Selain pasar nasional juga pasar internasional bisa ditembus.

Salah satu negara yang sudah memesan langsung adalah  negara Kazakhstan. Mereka tertarik dengan patung kuda karena kuda menjadi lambang negara mereka.

“Itu yang membuat  saya bangga karena mereka menghargai karya saya. Pesanan yang mereka pinta sangat banyak sehingga benar-benar bahagia,” ucap Saharudin.

Untuk harga jual anatar pasar internasional dan lokal pasti berbeda. Untuk pasar internasional mahal karena banyak yang harus dikeluarkan untuk mengirim barang tersebut.

Sebagai contah lanjut dia, untuk pasar lokal barang dibandrol Rp35 ribu, Rp75 ribu hingga Rp400 ribu. Untuk pasar internasional bisa lebih mahal berlipat-lipat dan ini terjadi ketika memesan patung kuda, dimana harga mencapai Rp1,4 juta.

Diterangkan, pangsa pasar kerajinan tangan itu luas dan yang dibutuhkan adalah kreatifitas agar barang yang dihasilkan selalu indah. Dengan modal ini maka usaha akan lancar.

“Kerajinan kayu ini saya buat dari bahan limbah dari hasil potongan kayu yang tidak terpakai. Saya memiliki prinsif manfaatkan limbah jadi karya indah dan Alhamdulilah berhasil,” jelasnya.

Untuk bahan baku sendiri tidak ada kendala karena berlimbah. Yang dibutuhkan dalam usaha ini adalah kreatifitas sehingga muncul karya-karya baru yang disukai konsumen.(agus)

 

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Government

 KUNINGAN (MASS) – Anggaran revitalisasi Taman Kota (Alun-alun Kuningan) dan masjid Agung Syiarul Islam dan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) adalah Rp14,3 miliar. Banyak...

Business

KUNINGAN (MASS) – Untuk anda yang merencanakan liburan akhir pekan, ada baiknya datang ke kolam. Meski namanya kolam kita, kolamnya kini tak berisi air....

Government

CIGUGUR (MASS) – Wakil Bupati Kuningan, H M Ridho Suganda SH MSi, melepas peserta kegiatan Hiking (jalan kaki-red), Minggu (30/8/2020) di Halaman Kantor Kelurahan...

Education

KUNINGAN (MASS) –  Kelompok KKN 50 Universitas Kuningan yang di tempatkan di Desa Cisantana Kecamatan Cigugur berjumlahkan 18 orang. Kelompok ini dibawah naungan Dosen...

Advertisement