Meski Tarif Pendakian Mahal, Ciremai Tetap Diburu

KUNINGAN (MASS)- Gunung Ciremi dikenal bukan hanya sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat. Tapi gunung yang tingginya 3.078 mdpl itu dikenal oleh pendaki karena tarifnya yang mahal. Untuk mendaki gunung ini diperlukan biaya Rp75 ribu/orang.

Biaya itu rincian adalah Rp20 ribu untuk biaya tes kesehatan dan sisanya untuk Rp55 ribu untuk BNP, untuk mitra TNGC, biaya makan dan lainnya. Meski mahal tapi pada saat liburan Imlek pendaki yang datang sangat banyak.

“Untuk yang akan mendaki pada Sabtu total ada 477 pendaki dari kuota 497 orang untuk Jalur Pendakian Palutungan. Sejak dibuka akhir tahun jumlah pendaki selalu ramai,” ujar Baron dan Endun yang merupakan petugas Mitra TNGC di Jalur Palutungan, Sabtu (25/1/2020) siang.

Ia merinci jumlah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan mereka diberikan jatah dua malam untuk mendaki gunung. Hingga saat ini meski cuaca hujan para pendaki selalu pulang dengan selamat.

Sementara itu, rombongan dari Tengerang yakni Farhan mengaku, mereka naik gunung pada Kamis dan Sabtu pagi baru turun. Pendakian ke Ciremai merupakan kali pertama dan membuat mereka terpuasakan karena bisa tercapai semua keinginan dan tentu bisa pulang dengan selamat.

“Puas kami bisa menikmati keindahan gunung Ciremi yang merupakan gunung tertinggi Jabar. Semoga suata saat bisa kembali lagi,”ujar Farhan yang diamini oleh rekan yang lainnnya.

Dari pantauan meski turun hujan para pendaki sangat semangat untuk naik ke puncak Ciremai. Keindahan dan ketinggian gunung Ciremai membuat mereka  tertantang dan ingin datang lagi.

Sekadar informasi untuk mendaki gunung pihak BTNGC menyediakan empat jalur pendakian yakni Palutungan kuota 497, Linggasana 218, Linggajati 230 orang, dan Jalur Apuy Majalengka 455 orang.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com