Pro Kontra Soal Lampu Merah Penyebrangan

KUNINGAN (MASS) – Keberadaan lampu merah penyebrangan, Pelican Cross yang kini terpasang di dua titik di Kuningan, depan Pendopo dan di perempatan Jalan Siliwangi menuai pujian sekaligus keluh kesah. Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya, pejalan kaki merasa terbantu karena bisa menyebrang dengan aman.

Namun beragam keluh kesah juga sempat terlontar, salah satunya dari Riki Rifatun. Pengendara sepeda motor tersebut mengaku terkadang kagok dengan adanya lampu penyebrangan tersebut.

“Kadang kagok, tiba-tiba nyala aja. Kagok harus ngerem ngedadak padahal lagi cukup kenceng,” ujarnya Minggu (5/1/2020).

Ia melanjutkan, kejadian tersebut lebih lagi terjadi pada yang belum tau. “Yang udah tau aja, tetep kagok,” tambahnya.

Riki juga menyoroti penumpukan kendaraan yang kadang tidak terkontrol. Apalagi ketika penyebrang berduyun duyun dalam waktu berdekatan dan terus menyalakan lampu merah.

“Teras kan di diateh porboden ti dua jalur, pas lampu nyala teh kadang numpuk,” terangnya dalam bahasa sunda.

Pengguna jalan lainnya, Diny Kartini bahkan menyebut bahwa lampu lalu lintas biasa lebih baik daripada lampu penyebrangan.

“Itumah (pelican cross, red) bagusnya di kota besar aja, Kuningan mah lampu merah biasa aja,” ujar Diny. (eki)