Geger Temuan Ulat di Buah Naga Makan Bergizi Gratis, Camat Luragung Pastikan Tak Ada Yang Keracunan

KUNINGAN (MASS) – Sempat heboh, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Luragung pada Selasa (14/4/2026) ditemukan ulat di dalam buah naga yang menjadi bagian dari menu untuk tenaga pngajar di SMKN 1 Luragung. Temuan tersebut mendadak viral setelah diketahui saat buah hendak dikonsumsi.

Menanggapi hal tersebut, Camat Luragung, Deni Komara, S IP MSi, langsung angkat bicara. Saat dikonfirmasi pada Rabu (15/4/2026), dirinya membenarkan kejadian itu dan memastikan pihak kecamatan bersama tim terkait telah melakukan pemantauan ketat serta menindaklanjuti masalah ini secara serius di lapangan.

Camat Deni menegaskan langkah cepat telah diambil untuk menjaga kualitas makanan MBG. Ia memerintahkan agar seluruh komoditas buah naga segera ditarik dari peredaran dan kini telah mengganti menu buah tersebut dengan jenis buah lainnya yang aman dari risiko kontaminasi serupa.

“Terkait temuan tersebut memang benar, sudah kami tindak lanjuti. Untuk menu buah naga langsung kami tarik saat ini sudah diganti dengan buah yang lain,” ungkap Deni Komara.

Saat ditanya kontaminasi atau indikasi keracunan, Ia menegaskan tidak ada yang sampai keracunan, ditambah ia meyakinkan cuman satu temuan di makanan yang itu saja.

“Ngga ada yang keracunan, aman, itu cuman ada satu dari total 1800 porsi dari dapur tersebut,” tegasnya.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dapur penyedia makan, Gugum, kronologi kejadian bermula saat pihak sekolah melaporkan adanya ulat pada pukul 12.30 WIB. Diketahui, pengiriman paket saat itu pukul 11.00 WIB. Ia menjelaskan pengiriman di pagi hari, yakni sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 WIB untuk jenjang PAUD dan sekolah dasar, terpantau aman dan tidak ada aduan serupa.

“Pertama mendapatkan aduan dari pihak sekolah SMK jam 12.30 mengenai ulat disini, pengiriman ke sekolah SMK jam 11.00 WIB,” tuturnya.

Pihak pengelola dapur juga telah melakukan klarifikasi langsung dengan pihak sekolah melalui koordinator lapangan (PIC) masing-masing. Dalam pertemuan tersebut, disepakati ke depannya menu buah naga potong tidak akan digunakan lagi.

“Kepada pihak sekolah melaui PIC sekolah sudah melakukan klarifikasi, dan sudah disepakati untuk kedepannya tidak lagi menggunakan buah potong buah naga untuk menghindari kejadian serupa,” pungkasnya. (raqib)