Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Cimahi Terbakar, Kerugian Capai Rp 95 Juta

KUNINGAN (MASS) – Sebuah rumah milik pasangan Waskim dan Tiah di Dusun Manis II RT 11 RW 3, Desa Mulyajaya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, terbakar pada Senin (15/6/2026). Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari colokan kipas angin yang berada di kamar depan rumah.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Gani (74), warga setempat. Saat itu, saksi sedang mengecat genting dan melihat kepulan asap hitam berasal dari rumah korban.

“Melihat kejadian itu, saksi bersama warga lainnya langsung melakukan upaya pemadaman secara tradisional. Selanjutnya salah seorang warga menghubungi Call Center Damkar untuk meminta bantuan,” ujar Andri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Andri kemudian menerjunkan enam anggota piket Regu 2, satu staf tata usaha, serta satu unit kendaraan pemadam menuju lokasi kejadian.

Menurutnya, saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan oleh warga. Pihak Daamkar kemudian melakukan pengecekan lokasi dan pengumpulan keterangan dari saksi selama kurang lebih 30 menit.

“Setelah melakukan cek lokasi dan menanyakan kepada saksi, diduga kebakaran berasal dari konsleting listrik colokan kipas angin di kamar depan. Kemudian percikan api menyambar tumpukan buku, merembet ke kasur, isi kamar dan bagian atap rumah,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, sebagian bangunan rumah berukuran sekitar 7 x 5 meter mengalami kerusakan akibat terbakar. Selain itu, sejumlah barang berharga ikut hangus, di antaranya dua kasur kapuk, satu kipas angin, satu meja rias, satu lemari pakaian, serta berbagai peralatan dapur.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp95.250.000. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dalam proses penanganan kejadian, petugas Damkar turut dibantu oleh anggota Polsek Cimahi, Koramil Luragung, Satpol PP BKO Kecamatan Cimahi, aparat Desa Mulyajaya, warga setempat, serta anggota RPMK untuk membantu pengawalan menuju lokasi.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran yang berasal dari instalasi listrik, penggunaan gas, maupun aktivitas pembakaran sampah. Warga juga diminta menghindari penggunaan colokan listrik yang bertumpuk serta menggunakan peralatan listrik berstandar SNI guna mencegah terjadinya korsleting. (didin)