“Saya Tidak Mau Melihat WC Rusak, Kaca Kusam, Rumput Tinggi, Pintu Rusak Bertahun-Tahun, atau Genteng Melorot (di Sekolah)…”

KUNINGAN (MASS) – Pada 94 Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SD-SMP se-Kabupaten Kuningan yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) penugasan pada Senin (15/6/2026), Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mewanti-wanti agar Kepsek bekerja dengan baik di lembaga yang ditugaskan.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah harus mampu menghadirkan perubahan nyata dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Bahkan, Bupati juga bilang akan melakukan evaluasi apabila dalam enam bulan tidak terlihat kemajuan maupun terobosan yang signifikan.

Pesan itu disampaikan Bupati saat Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Penyerahan Surat Keputusan di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Dari total 94 Kepsek, yang mendapat penugasan sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) adalah 86 guru, sementara yang mendapat penugasan sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah 8 guru.

“Bapak dan Ibu bukan hanya pengelola administratif, tetapi juga motivator, inovator, dan figur panutan. Semua harus berada di atas rata-rata dalam kedisiplinan, kreativitas, inovasi, maupun pemahaman terhadap dunia pendidikan,” tegas Bupati.

Bupati secara khusus mengingatkan kepala sekolah yang ditempatkan di sekolah-sekolah unggulan agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, mempertahankan dan meningkatkan prestasi sekolah yang sudah baik justru membutuhkan kerja keras, kepemimpinan yang kuat, serta berbagai inovasi berkelanjutan.

Selain itu, Bupati juga menegaskan pentingnya sistem penempatan kepala sekolah yang profesional dan berbasis kompetensi. Ia meminta agar prestasi menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan karier, sementara yang tidak menunjukkan kinerja baik harus dievaluasi secara objektif.

Pada kesempatan yang sama, Bupati menyoroti kondisi fisik dan kebersihan lingkungan sekolah. Ia menegaskan tidak ingin lagi menemukan sekolah dengan fasilitas yang rusak, lingkungan yang kumuh, maupun sarana dasar yang tidak terawat.

“Saya tidak mau melihat WC rusak, kaca kusam, rumput tinggi, pintu rusak bertahun-tahun, atau genteng melorot. Jangan bicara mutu pendidikan jika hal-hal mendasar seperti itu masih diabaikan,” tegasnya.

Menurut Bupati, keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan lingkungan sekolah. Kepala sekolah dituntut kreatif dan inovatif dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.

“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Jadilah pemimpin yang mampu membawa sekolah semakin maju dan memberikan manfaat besar bagi masa depan generasi Kuningan,” pungkasnya. (eki)