Atasi Persoalan Sampah, Lima Kelompok KKN Kolaboratif Bergerak Bersihkan Lingkungan

KUNINGAN (MASS) – Persoalan sampah masih menjadi masalah di sejumlah wilayah pedesaan Kabupaten Kuningan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kolaboratif Kabupaten Kuningan Tahun 2026 turun langsung melakukan aksi bersih-bersih lingkungan.

Aksi tersebut dilakukan melalui Aksi Pandawara KKN Kolaboratif yang melibatkan lima kelompok mahasiswa di lima desa.

Lima desa yang menjadi lokasi aksi yakni Desa Pakembangan, Desa Kutakembaran, Desa Gewok, Desa Cirukem, dan Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi. Mahasiswa membersihkan sejumlah titik yang ditemukan banyak sampah, terutama di sekitar sungai dan saluran air.

Koordinator Tim Aksi Pandawara KKN Kolaboratif Kabupaten Kuningan 2026, Wahid Aropi, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan mahasiswa setelah menemukan persoalan sampah yang hampir sama di lima desa.

“Tujuan acara ini untuk meningkatkan kesadaran, terutama kepada teman-teman mahasiswa KKN. Di lima desa tersebut kami menemukan permasalahan yang sama, yaitu persoalan sampah,” ujar Wahid kepada kuninganmass.com Jumat (14/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan. Sungai dan saluran air dinilai tidak seharusnya dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Kami melakukan aksi bersih-bersih di lokasi yang memang sudah banyak sampah, seperti di pinggiran sungai dan selokan,” katanya.

Hasilnya, mahasiswa berhasil mengumpulkan 270 trash bag sampah dari berbagai titik. Desa Pakembangan mengumpulkan 57 trash bag, Kutakembaran 63, Gewok 58, Cirukem 10, dan Kadatuan menjadi yang terbanyak dengan 85 trash bag.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah masih membutuhkan perhatian serius. Jika dibiarkan, sampah yang menumpuk di sungai dan saluran air dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat hujan deras.

Wahid berharap gerakan tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN. Menurutnya, kebersihan lingkungan membutuhkan peran masyarakat dan pemerintah desa secara berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat di lima desa untuk sama-sama menjaga lingkungan. Mari membuang sampah pada tempat yang telah disediakan pemerintah desa dan tidak lagi membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (raqib)