KUNINGAN (MASS) – Langkah perjuangan tim kebanggaan masyarakat Kuningan, Pesik, di babak 32 besar Piala Presiden Liga 4 Nasional kini memasuki fase krusial. Skuad besutan Coach Dian Okta dituntut tampil habis-habisan pada laga pamungkas di babak 32 besar ini.
Pada pertandingan ketiga Senin (15/6/2026) sore, Pesik Kuningan dijadwalkan akan menantang tim tuan rumah, Persibangga Purbalingga. Laga ini menjadi penentu hidup dan mati bagi Pesik untuk bisa merebut tiket ke babak 16 besar.
Head Coach Pesik Kuningan, Dian Okta, memberikan instruksi tegas kepada anak asuhnya, target utama timnya tidak berubah, yaitu wajib memenangkan pertandingan. Pihaknya enggan menggantungkan nasib dan berharap pada hasil pertandingan lain antara Cimahi United melawan Martapura FC.
“Ya instruksinya sama, kita tetap harus memenangkan pertandingan demi tiket lolos ke 16 besar jadi tidak bergantung kepada hasil Cimahi lawan Martapura,” tuturnya kepada kuninganmass.com Minggu (14/6/2026).
Secara aturan atau regulasi turnamen, Dian Okta membeberkan hitung-hitungan jika ada tiga tim yang memiliki poin akhir yang sama. Jika kondisi itu terjadi, maka akan dibuat klasemen mini berdasarkan aturan head to head serta selisih produktivitas gol.
“Jadi kita tetap fokus untuk memenangkan pertandingan, secara regulasi, kalau merujuk pada regulasi yang ada, head to head dulu, kalau sama head to head itu balik pada selisih gol,” paparnya.
Di atas kertas, Pesik Kuningan sebenarnya memiliki keuntungan matematis dalam produktivitas gol dibandingkan kompetitornya. Hal ini terjadi karena tim rival Cimahi United sempat menelan kekalahan telak dengan skor 0-3 saat berhadapan dengan Purbalingga.
“Karena secara head to head, 3 tim ini saling mengalahkan, tapi secara produktivitas gol. Kita tidak kebobolan sebanyak yang diderita oleh Cimahi, karena Cimahi kan kalah lawan Purbalingga kan kalah 3-0,” pungkasnya. (raqib)