Meski Kumpulkan 4.438 Suara Tapi Tak Lolos

KUNINGAN (MASS) – Apa yang dialami Caleg DPRD Kuningan dari PAN, Raka Maulana Wijaya, begitu menyakitkan. Meski suara pribadi yang diraihnya di Dapil 5 mencapai 4.438 suara namun ia tidak berhasil melenggang ke parlemen daerah. “Di Dapil 5 sudah ada keputusan bahwa PAN secara akumulasi partai tidak mendapatkan kursi,” ujar Raka kepada kuninganmass.com, Selasa (23/4/2019). … Baca Selengkapnya

Prediksi Dapil 4, PDIP Berkurang 1 Kursi

KUNINGAN (MASS) – Jika pemilu 2014 silam PDIP berhasil menelurkan 2 kursi dari Dapil 4, kini berkurang. Kursi partai berlambang kepala banteng moncong putih di dapil ini hanya kuat 1 kursi saja. Apang Sujaman menjadi satu-satunya caleg PDIP yang lolos. Ia diprediksi mampu bertahan duduk di parlemen daerah hingga dua dasawarsa mendatang. Parpol urutan ke … Baca Selengkapnya

Prediksi Dapil 3, Mantan Wabup Lolos

KUNINGAN (MASS) – Dapil 3 yang dianggap dapil neraka, kini sudah ada gambaran. Mantan Wakil Bupati, Dede Sembada, dikabarkan lolos. Politisi PDIP tersebut meraih suara terbanyak kedua di internal partainya. Di dapil yang meliputi Kecamatan Ciawigebang dan sekitarnya itu, terdapat 4 parpol yang mendapatkan 2 kursi. Diantaranya PDIP, PAN, PKB dan Gerindra. Sayangnya, hingga berita … Baca Selengkapnya

Prediksi Kursi Dapil 5, Demokrat dan PAN Rebutan

KUNINGAN (MASS) – Di Dapil 5 pertarungan caleg DPRD Kuningan cukup sengit. Hasil sementara, hanya beberapa parpol saja yang masuk kategori aman. Sementara jatah kursi di dapil tersebut hanya sebanyak 6 buah. Parpol teraman dengan kelebihan suara, diduduki PDIP dan PKS. Raihan suaranya mencapai belasan ribu yakni 15 ribu dan 13 ribu. Rana Suparman, caleg … Baca Selengkapnya

Anak SD Pun Ikut Adu Mulut Masalah Pilpres

KUNINGAN (MASS) – Perhelatan Pilpres tahun 2019 benar-benar ‘seru’ karena kedua pihak saling klaim kemenangan. Bukan hanya itu Pilpres kali ini pun akan dikenang sepanjang masa karena Pemilu serentak yang banyak memakan korban dan juga menghabiskan dana puluhan triliun. Ternyata Pilpres tahun 2019 lebih dikenal oleh para pelajar bahkan siswa SD sekalipun. Entah karena sering … Baca Selengkapnya

Kasus di Ciporang Akibat Salah Print

KUNINGAN (MASS) – Kosongnya suara caleg DPR RI di 11 TPS Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan mendapat jawaban dari Ketua PPS Ciporang, Garnis Marcantika Indika. Ia menjelaskan, kesalahan di TPS 11 sampai TPS 27 itu akibat salah print. “Saya atas nama PPS minta maaf atas rekapitulasi di TPS kelurahan kami. Itu karena salah print,” ungkapnya dalam … Baca Selengkapnya

Untung Masyarakat Ikut Mengawasi

KUNINGAN (MASS) – Dugaan keteledoran KPU atas proses rekapitulasi suara mendapat tanggapan Ketua Bawaslu Kuningan, Ondin Sutarman. Sejumlah kesalahan yang muncul ke permukaan, dinilai sebagai bentuk partisipasi masyarakat. Belakangan ini banyak ditemukan kesalahan input data yang dilakukan KPU. Mulai kesalahan input data di Desa Bungurberes Kecamatan Cilebak, kemudian di Desa Pancalang Kecamatan Pancalang. Selain itu, … Baca Selengkapnya

Aneh, 11 TPS di Ciporang Kosong Suara DPR RI

KUNINGAN (MASS) – Ada keanehan pada rekapitulasi suara di Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan. Dari puluhan TPS yang ada, terdapat 11 TPS yang kosong dari suara caleg DPR RI. Sedangkan untuk suara DPRD dan lainnya terisi. Keanehan tersebut diungkapkan Rio Kencono, seorang pemerhati politik, Minggu (21/4/2019). Menurut dia, dari berita acara rekapitulasi suara yang ia peroleh, … Baca Selengkapnya

Video Anggota PPK Masuk Gudang Dimarahi Relawan 02, Ini Jawaban KPU

KUNINGAN (MASS)- Dalam beberapa hari ini  warga Kuningan dikejutkan dengan beredarnya video salah seorang relawan Capres 02 yang tengah memarahi anggota PPK yang masuk ke GOR Ewangga tanpa ijin. Seperti diketaui GOR itu merupakan tempat penyimpanan gudang logistik Pemilu dan juga gudang penyimpangan kotak suara dan surat suara untuk PPK Kecamatan Kuningan  . Dalam video … Baca Selengkapnya

Bagi-bagi Amplop Dihari Tenang, Pengawas Pemilu Kemana?

KUNINGAN (MASS) – Seorang tokoh muda sekaligus caleg dapil 2, Ade Aspandi menemukan fenomena bagi-bagi amplop pada masa tenang di lapangan. Namun sejauh ini tidak ada formula baru yang efektif dalam menekan praktek tersebut. “Bagi-bagi amplop itu namanya money politics. Tapi menindak praktek seperti itu tidak cukup hanya sekadar deklarasi-deklarasi atau nempel pamflet tentang pasal-pasal,” … Baca Selengkapnya