KUNINGAN (MASS) – Destinasi wisata legendaris Pemandian Air Panas Sangkanhurip Alami di Desa Sangkanhurip, Kecamatan Cigandamekar, kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, tempat wisata yang sudah puluhan tahun melayani masyarakat ini akan segera mengakhiri masa kerjasamanya pada Juli 2026 mendatang.
Suasana di area pemandian tampak cukup lengang. Terutama saat memasuki siang hari, hanya terlihat beberapa pengunjung saja yang datang untuk berendam atau sekadar bersantai di area kolam renang yang dikenal memiliki kandungan mineral alami tersebut.
Salah satu petugas penjaga loket tiket Rini mengakui tingkat kunjungan saat ini sedang tidak terlalu ramai. Menurutnya, pemandangan sepi di hari kerja seperti Senin memang menjadi hal yang lumrah, secara keseluruhan terjadi penurunan tren pengunjung dalam beberapa waktu terakhir.
“Sekarang sih belum ada, ini menurun siang kayanya masih pada kenja, biasanya weekend lumayan rame,” tuturnya saat ditemui kuninganmass.com di lokasi wisata Senin (20/4/2026).
Mengenai biaya masuk, pengelola masih mempertahankan tarif lama yang dianggap ramah di kantong. Untuk pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp20.000, sedangkan untuk anak-anak cukup membayar Rp15.000. Rini menyebutkan harga ini tidak pernah naik lagi sejak masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
“Tarif ngga naik, segitu-gitu aja, Dewasa 20 ribu, Anak 15 ribu dari pandemi sampai sekarang belum pernah naik lagi,” jelasnya.
Keputusan untuk tidak menaikkan harga tiket ini bukan tanpa alasan. Rini menjelaskan target utama dari pemandian Sangkanhurip Alami adalah masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Untuk harga melihat kendisi disini kan masyarakatnya menengah kebawah,” tambahnya.
Terkait penurunan jumlah pengunjung, Rini tidak dampak pandemi masih terasa hingga sekarang. Selain itu, menjamurnya tempat wisata baru dengan konsep kekinian di wilayah Kuningan juga menjadi tantangan berat bagi destinasi wisata seperti Sangkanhurip Alami untuk tetap eksis.
“Ssejak pandemi kesini emang menurun, terus banyak wisata-wisata baru, mungkin ekonomi masyarakat juga,” pungkasnya. (raqib)