Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Politics

Bagi-bagi Amplop Dihari Tenang, Pengawas Pemilu Kemana?

KUNINGAN (MASS) – Seorang tokoh muda sekaligus caleg dapil 2, Ade Aspandi menemukan fenomena bagi-bagi amplop pada masa tenang di lapangan. Namun sejauh ini tidak ada formula baru yang efektif dalam menekan praktek tersebut.

“Bagi-bagi amplop itu namanya money politics. Tapi menindak praktek seperti itu tidak cukup hanya sekadar deklarasi-deklarasi atau nempel pamflet tentang pasal-pasal,” kritik Ade kepada bawaslu, Sabtu (20/4/2019).

Ia menganalogikan, upaya seperti itu sama saja dengan menempel imbauan ‘Dilarang Merokok’. Namun orang yang menempel imbauan larangan merokok tersebut malah sambil merokok.

Menurut Ade, fenomena bagi-bagi amplop sudah menjadi momok di masyarakat. Tapi dirinya menyayangkan tidak ada formula baru yang diterapkan lembaga pengawas pemilu untuk meminimalisasi praktik tersebut.

“Tidak ada formula baru para lembaga terkait untuk meminimalisir praktek bagi-bagi amplop, caleg nakal dan masyarakat lulumayanan. Fenomena bagi-bagi amplop dilakukan pada saat hari tenang tapi pengawas pemilunya kemana?,” ucapnya.

Seandainya dalam menindak atau memberantas praktik seperti itu terdapat program pemilu #LaporResponProsesTindak, maka ia mengacungkan jempol. Sistem pelaporannya  dengan melindungi pelapor agar identitasnya dirahasiakan.

‘Saya dan PSI berharap 5 tahun kedepan ada formula baru tentang penindakan money politics untuk menjaga integritas demokrasi dan juga praktek korupsi nantinya ketika menjabat,” pinta sekretaris PSI Kuningan itu. (deden)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Usulan Penindakan Praktik Money Politics, mekanismenya menurut Ade Aspandi :

  1. Masyarakat lapor dengan 1 kontak pusat/daerah . (LaporResponProsesTindak)

-Nama pembagi

-Tujuan dibagikan

-Alamat/TKP

-Besaran isi amplop

-ini data awal

  1. Tim pengawas/lembaga berwenang melanjutan investegasi 1×24 jam setelah laporan diterima

-Laporan data dikirim/teruskan sesuai petugas domisili laporan

-Petugas tingkat kecamatan/desa melakukan investegasi

-Pencarian Barang bukti di TKP

-Pencarian saksi

Advertisement. Scroll to continue reading.
  1. Jika 1×24 jam terbukti maka kasus lanjut secara berkala untuk di proses
  2. Jika 1×24 jam tidak di temukan BB dan atau saksi maka kasus di tutup

Jadi investegasi langsung oleh pihak berwenang, dengan begitu masyarakat bisa ikut serta ambil bagian menjadi pemberi data awal.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Pernah tidak bapak ibu berpikir tentang fungsi dan tugas lembaga BPD di desa masing-masing?Pasti yang terbesit lembaga itu fungsinya adalah sebagai...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Jabar Bergerak, sesuai namanya kembali bergerak gotong royong meringankan beban terdampak covid-19. Setelah pada pertengahan April lalu melakukan pemasangan westafel dan...

Village

KARANGKANCANA (MASS) – Menyikapi tudingan adanya indikasi “main mata” dan praktik money politik dalam proses pilkades di Desa Kaduagung Kecamatan Karangkancana, Calon Kades Terpilih,...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Sudah hampir 1 tahun pasangan AR menjabat, mamun belum ada sama sekali gebrakan program yang sinkron menurut publik tentang indikator pencapaian...

Advertisement